Kadin yakini UU Ciptaker ciptakan ekosistem investasi yang kondusif

Selasa, 6 Oktober 2020 | 15:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan dunia usaha menyambut positif atas disahkannya Rancangan Undang Undang Cipta Kerja untuk menjadi undang-undang. Omnibus Law tersebut disahkan melalui Sidang Paripurna kemarin, Senin (5/10/2020).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, UU Cipta Kerja itu diharapkan dapat mendorong perekonomian dan investasi melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja.

"Undang-undang tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja, melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan," kata Rosan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Selain itu, Rosan menilai UU Cipta Kerja tersebut akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar. "Untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah," ujarnya.

Rosan mengatakan, pandemi COVID-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, atau banyak pekerja yang bekerja menjadi paruh waktu. Dengan banyaknya investasi yang masuk, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka dan meluas. "RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi," tutur Rosan.

Menurutnya, dengan adanya dinamika perubahan ekonomi global maka diperlukan respons cepat dan tepat. Tanpa reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan tetap melambat. Karenanya, penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6-7%. Hal itu untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi di kisaran 5,4-5,6%.

Rosan juga menilai pengesahan UU itu dapat mendukung program pemberdayaan UMKM dan koperasi. Agar peningkatan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 65% dan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 5,5%.

"Apabila UU Cipta Kerja dilakukan, maka akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong investasi masuk, sehingga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang akhirnya akan mempercepat pemulihan perekonomian nasional," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: