PLN Peduli berdayakan UMKM di Wisata Tani Betet Nganjuk

Rabu, 7 Oktober 2020 | 07:24 WIB ET

NGANJUK, kabarbisnis.com: Tak hanya mengatasi permasalah lingkungan menjadi potensi wisata, PLN Peduli terus berupaya lakukan pemberdayaan UMKM, salah satunya UMKM sentra kuliner di kawasan Wisata Tani Betet.

Sejak awal berdiri pada tahun 2017 hingga mendapat pendampingan dari PLN Peduli, jumlah pedagang di lokasi tersebut mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun 2017 sebanyak 2 pedagang, 2018 sebanyak 10 orang, 2019 sebanyak 32 orang, dan pada tahun 2020 menjadi 64 orang.

Salah satu pedagang sentra kuliner, Kanti memaparkan, sebelum adanya pembangunan lapak di Wisata Tani Betet dan pelatihan UMKM, ia hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan suaminya petani.

"Sekarang dengan berjualan di Sentra Kuliner WTB saya dapat menambah penghasilan keluarga sekaligus senang bisa bersama-sama rekan yang lain memajukan Desa Betet," ujarnya, Ngajuk, Selasa (6/10/2020).

Wisata Tani Betet merupakan tempat wisata lokal dengan nuansa khas pedesaan yang sejuk dan asri. Wisata ini menyulap sungai yang pada awalnya hanya bermanfaat untuk pertanian menjadi sebuah obyek wisata yang menarik.

Wisata Tani Betet tidak hanya menyuguhkan keindahan aliran sungai yang bersih, melainkan juga berbagai spot foto yang dihiasi pemandangan bunga-bunga di sepanjang aliran sungai serta wahana-wahana air khas pedesaan. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sentra UMKM yang ada di lokasi wisata tersebut, seperti kuliner dan cinderamata. Sentra UMKM ini banyak ditemui di sekitar kawasan Wisata Tani Betet.

Senior Manager General Affairs PLN UID Jatim, A Rasyid Naja menyatakan pemberdayaan UMKM Wisata Tani Betet oleh PLN Peduli turut serta dalam menyejahterakan perekonomian para pedagang yang menjajakan dagangannya di area wisata ini. Dengan adanya program ini, para pedagang dapat mencukupi kebutuhan keluarga dengan lebih baik lagi.

Terhitung omset pada Tahun 2019 dari pengelolaan Wisata Tani Betet mencapai 890.850.000 rupiah berasal dari pendapatan pengunjung dan pedagang yang dikembalikan lagi untuk pengembangan wisata dan kemajuan perekonomian masyarakat setempat.

"Omset yang saya dapat alhamdulillah harian bisa mencapai 200ribu pada hari biasa dan naik 100% kalau hari libur. Alhamdulillah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. Senang sekali dengan adanya Wisata Tani di sini, Saya bisa mencukupi ekonomi keluarga. Alhamdulillah banyak yang datang ke sini," tutur Menik yang merupakan salah satu pedagang UMKM di Wisata Tani Betet. kbc6

Bagikan artikel ini: