Di tengah pandemi, nasabah tajir kian tumpuk duit di bank

Rabu, 7 Oktober 2020 | 14:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pandemi Covid-19, nasabah tajir ternyata kian menambah tumpukan uang mereka di bank. Tidak hanya jumlah simpanannya yang melesat, jumlah rekening nasabah tajir juga meningkat

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), nilai simpanan pada Agustus 2020 mencapai Rp 6.563 triliun tumbuh 8% sepanjang 2020 (YTD) atau tumbuh 11,3% dibandingkan Agustus 2019 (YoY).

Sementara itu simpanan dengan nominal Rp 5 miliar ke atas tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan nominal lainnya. Simpanan nasabah bank dengan nominal di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 3.186 triliun dengan jumlah rekening 107.020

Artinya simpanan jumbo itu naik 13,5% sepanjang tahun ini atau naik 15,2% dibandingkan Agustus 2019. Jumlah rekening jumbo pun tumbuh 4,02% sepanjang tahun ini.

Di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), simpanan Rp 5 miliar ke atas mengalami peningkatan baik di giro maupun di tabungan.

Menurut Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, simpanan di giro meningkat sekitar 7%-8% dan di deposito tumbuh 4%.

Kenaikan simpanan di giro tersebut ditopang oleh perusahaan-perusahaan besar. "Sedangkan kenaikan pada deposito didorong oleh simpanan dari orang-orang tajir yang tidak bisa belanja," jelas Jahja pada Kontan.co.id, Senin (5/10).

Sementara kenaikan simpanan di PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan nominal Rp 5 miliar ke atas justru terjadi pada tabungan. Tabungan di CIMB bisa melompat sampai sekitar 50% YoY, tapi di jenis simpanan lain seperti deposito, malah terjadi penurunan.

CIMB Niaga pun masih optimistis simpanan nasabah tajir masih akan bergerak positif sampai akhir tahun.

Menurut Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, banyaknya dana nasabah tajir parkir di tabungan bank karena banyak nasabah menunda belanja. Sayangnya bank masih susah menyalurkan kredit sampai saat ini. Bunga deposito juga terus turun seiring tren suku bunga acuan yang terus melandai. kbc10

Bagikan artikel ini: