500 Koperasi disiapkan masuk ke dalam ekosistem digital

Kamis, 8 Oktober 2020 | 19:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong pelaku koperasi masuk ekosistem digital demi meningkatkan usahanya. Karena itu, kementerian memfasilitasinya dengan meluncurkan rumah koperasi digital atau portal bernama IDXCOOP.

Portal itu nantinya menjadi wadah bagi para pelaku koperasi saling bertukar informasi, pengetahuan, dan cerita suksesnya dalam menjalankan aktivitas bisnis melalui koperasi. Dengan begitu bisa diduplikasi atau dikembangkan oleh koperasi lainnya yang masih dalam proses pengembangan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan menuturkan guna meningkatkan daya saing, mau tidak mau koperasi harus memanfaatkan perkembangan teknologi demi mendukung proses bisnisnya. Sebab menurutnya hanya dengan teknologi segala persoalan dapat diselesaikan lebih mudah dan efisien.

Secara ekonomi,menurut Rully penggunaan teknologi digital bisa mendorong perluasan akses pasar sehingga produk koperasi akan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Diakui saat ini masih banyak koperasi yang belum memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam proses bisnisnya sehingga mereka kerap mengalami kesulitan seperti cost produksi yang relatif lebih tinggi, kurang efisien waktu dan lainnya.

"Saat ini di dunia koperasi terjadi gradasi yang sangat kuat ada yang tingkatan sudah advance ada yang sangat sederhana dalam menggunakan Teknologi Informasi (TI) tapi banyak juga yang masih apriori. Bagi mereka teknologi itu dianggap sebagai beban secara intelektual dan ekonomi terutama untuk generasi yang sudah 60 tahunan," ujar Rully dalam webinar Program Inovasi & Transformasi Digital Koperasi, di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Rully menambahkan, demi mengatasi berbagai permasalahan dalam penggunaan teknologi digital, IDXCOOP telah merancang sebuah rumah digital bersama yang diharapkan bisa menjadi media bagi para pelaku koperasi belajar tentang pengelolaan koperasi yang baik dan benar. Termasuk bagaimana mengembangkan skala bisnisnya berbasis digital. Adanya wadah ini diharapkan semakin banyak koperasi yang melek teknologi sehingga kualitas maupun kuantitas koperasi bisa semakin bertambah.

"Koperasi bisa hidup karena mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jadi kita harus optimalkan teknologi digital ini selain karena sebuah keniscayaan dalam persaingan bisnis tapi yang penting dengan digitalisasi bisa menciptakan nilai tambah bagi bisnis koperasi," ujar dia.

Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Rulli Nuryanto menambahkan target koperasi yang bisa didorong masuk ekosistem digital ini sebanyak 500 koperasi hingga akhir 2020. Dia optimis target itu bisa tercapai lantaran saat ini sudah ada sekitar 310 koperasi dari 14 provinsi yang menyatakan kesiapannya untuk masuk dalam ekosistem digital yang diwadahi dalam IDXCOOP.

"Saat ini koperasi yang sudah siap masuk untuk berperan aktif dalam gerakan inovasi digital ini ada sekitar 310 koperasi dari 14 propinsi, mereka siap untuk mendukung dan masuk untuk join dalam gerakan ini. Jumlah ini akan terus bergerak dan kita harap angka ini akan terus bertamba," ujar Rulli di kesempatan serupa.

Data dari Kemenkop UKM (Online Data Sistem/ODS) saat ini terdapat sekitar 123.000 koperasi aktif. Namun dari jumlah itu, koperasi yang sudah mulai mencoba menggunakan teknologi untuk media promosi khususnya yang sudah memiliki website baru sekitar 900 koperasi saja.

Jumlah itu masih sangat kecil sebab baru sekitar 0,73% saja dari jumlah koperasi yang ada. Sebab itu perlu ada dukungan dari pemerintah baik pusat ataupun di daerah agar kedepan semakin banyak koperasi yang mau berbenah menuju digitalisasi.

"Jadi masih banyak PR kita untuk mendorong koperasi untuk masuk ke ekosistem digital. Melalui portal itu nanti ada beberapa penyedia aplikasi yang bersedia menggratiskan penggunaan kontennya selama setahun bagi koperasi. Kita juga siap berikan fasilitas berupa pelatihan peningkatan SDM baik secara online atau offline," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: