RI butuh 320 juta dosis vaksin Covid-19, ini sasaran penerimanya

Selasa, 13 Oktober 2020 | 15:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia membutuhkan sekitar 320 juta dosis vaksin Covid-19. Hal ini ditujukan untuk menyasar sekitar 160 juta orang penerima.

Hal itu dikemukakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPC-PEN) Airlangga Hartarto secara virtual pada Senin (12/10/2020).

"Totalnya ada 160 juta (orang). Berdasarkan vaksin yang ada perlu 2 dosis, sehingga total 320 juta dosis," ujar Airlangga.

Jika dirinci, penerima vaksin tersebut ditujukan untuk medis dan paramedis, TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak 3,4 juta dengan kebutuhan 6,99 juta dosis vaksin.

Sasaran penerima selanjutnya adalah  masyarakat, tokoh agama, perangkat daerah baik kecamatan, desa, RT/RW sebanyak 5,62 juta orang atau sebanyak 11,24 juta dosis vaksin. Lalu,seluruh tenaga pendidik, mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi sebanyak 4,36 juta orang dengan kebutuhan vaksin sebanyak 8,72 juta dosis.

Untuk aparatur pemerintah baik pusat, daerah dan legislatif sebanyak 2,3 juta orang dengan 4,6 juta dosis vaksin serta peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI) sebanyak 86,62 juta orang dengan kebutuhan vaksin 173 juta orang.

Angka ini pun ditambah dengan masyarakat dan pelaku perekonomian lain yang berusia antara 19-59 tahun sebanyak 57 juta dengan kebutuhan vaksin sebanyak 115 juta dosis.

Menurut Airlangga, untuk memenuhi kebutuhan vaksin tersebut, pemerintah sudah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan produsen vaksin. Meski begitu dia juga menyebut ada beberapa perusahaan yang mempersiapkan kerjasama secara mandiri.

"Jadi ada 2 langkah yaitu yang diberikan oleh pemerintah dan sisanya adalah vaksin mandiri. Nah seluruhnya dikontrol oleh Kementerian Kesehatan, dan PT Bio Farma berdasarkan perpres yang sudah ditandatangani oleh pak presiden," terang Airlangga.

Airlangga pun mengatakan vaksinasi Covid-19 ini dilakukan secara bertahap. Dia menyebut, bila penyuntikan dilakukan 1 juta per hari, maka satu tahun akan sekitar 260 juta. Dan penyuntikan ini akan melibatkan sekitar 11.000 puskesmas dengan 1 puskesmas minimal 100 kali suntikan. kbc10

Bagikan artikel ini: