Gubernur Khofifah ingatkan protokol kesehatan jadi kunci pengendalian Covid-19 di Jatim

Selasa, 13 Oktober 2020 | 21:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan semua pihak untuk menjaga komitmen mematuhi protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya memerangi pandemik meski disebut menjadi provinsi percontohan pengendalian Covid-19.

"Terus disiplin menjalankan protokol kesehatan dan jangan euforia berlebihan, lalu lengah dan ledakan Covid-19 kembali terjadi. Ini yang harus dijaga," ujarnya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (12/10/2020).

Seperti diketahui, Jawa Timur kini bebas dari zona merah Covid-19. Lima daerah dengan kasus corona terbanyak seperti Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Banyuwangi kini zona oranye alias berisiko sedang persebaran Covid-19. Daerah lainnya di provinsi dengan 38 kabupaten/kota ini ada yang zona oranye dan kuning.

Zona oranye berarti transmisi lokal mungkin bisa terjadi dengan cepat. Transmisi dari imported case mungkin terjadi secara cepat. Klaster-klaster baru harus terpantau dan dikontrol melalui testing dan tracing agresif.

Satgas Covid-19 juga menyarankan masyarakat di zona oranye tetap di rumah, menjaga jarak di luar rumah, bila terpaksa perjalanan tetap mengadopsi protokol kesehatan. Mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

"Kelompok rentan tetap tinggal di rumah," demikian tulis Satgas Covid-19 dalam panduan risiko kesehatan dan aktivitas sosial ekonomi.

Kendati mendapat sorotan positif dari Presiden RI Joko Widodo yang menyatakan bahwa Jatim berhasil menunjukkan perbaikan serta patut dijadikan percontohan penanganan pengendalian Covid-19 secara Nasional, namun Gubernur Khofifah tetap ingin semua pihak tetap bekerja keras.

"Tapi ingat harus tetap tetap menjaga jarak, memakai masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan," ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pusat per 12 Oktober 2020, tidak ada lagi zona merah (risiko tinggi) di Jatim, termasuk perkembangan kasus aktif yang terus mengalami penurunan.

Saat ini, tersisa 3.040 kasus aktif atau setara dengan 6,43 persen atau jauh di bawah persentase kasus aktif nasional yang besarnya 19,68 persen.

Selain itu, kata dia, persentase kesembuhan Jatim juga termasuk tertinggi di Pulau Jawa, yakni mencapai 86,28 persen, dan persentase kematian cenderung melandai dalam dua bulan terakhir yakni di kisaran 7,29 persen.

Kemudian, per hari ini testing di Jatim telah dilakukan sebanyak 998.111 tes cepat, dan 402.889 tes usap. Dengan jumlah tes yang terus naik, lanjut dia, maka positivity rate terus menurun, yakni dari 31 persen pada Juli, lalu menjadi 10 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: