Tenang! Merger bank syariah BUMN tak bikin PHK karyawan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana merger atau penggabungan tiga bank syariah BUMN dipastikan tidak akan menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Kepastian ini diberikan untuk pegawai BNI Syariah, BRI Syariah dan juga Bank syariah Mandiri. 

"Tidak ada pengurangan karyawan," ujar Direktur Utama PT Bank BRI Syariah (Persero) Tbk, Ngatari dalam Virtual Press Conference Penandatanganan Conditional Merger Agreement Bank BUMN Syariah, Selasa (13/11/2020).

Untuk diketahui, tiga entitas bank syariah yang merupakan anak usaha dari bank BUMN tengah menjalankan proses merger saat ini. 

Ngatari menjelaskan, nantinya seluruh karyawan tiga bank syariah BUMN tersebut akan menjadi satu ekosistem kesatuan baru. Justru akan memperkuat baik dari sisi permodalan maupun aset

"Jadi ketiga karyawan bank syariah akan diangkat untuk jadi keluarga bank syariah yang besar. Baik dari sisi permodalan maupun aset," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir segera menggabungkan 3 bank syariah anak usaha BUMN menjadi satu perusahaan. Tiga bank syariah BUMN tersebut ialah BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri.

Erick bilang, merger ini akan memperkuat posisi bank syariah sebagai penyokong ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

 

Mengutip laporan keuangan masing-masing bank, Selasa (13/10/2020), total aset 3 bank syariah BUMN jika digabungkan, akan mencapai Rp 214,78 triliun (per Juni 2020).

Jumlah tersebut terdiri dari aset Bank Mandiri Syariah sebesar Rp 114,4 triliun, naik 13,26 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Lalu, BNI Syariah memiliki aset sebesar Rp 50,78 triliun atau tumbuh 17,8 persen yoy. Kemudian, BRI Syariah sebesar Rp 49,6 triliun atau tumbuh 34,7 persen yoy.

Selain bank syariah anak usaha BUMN, BUMN Bank Tabungan Negara (BTN) juga memiliki Unit Usaha Syariah (UUS). Adapun aset UUS BTN mencapai Rp 31,09 triliun atau tumbuh 6,5 persen yoy. kbc10

Bagikan artikel ini: