Ditanya komitmen terhadap pengembangan startup, ini jawaban cawali Surabaya

Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:37 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keberadaan inkubator bisnis bagi perusahaan rintisan atau startup di suatu daerah dinilai sangat penting agar startup bisa cepat berkembang dan naik kelas.

Untuk itulah perwakilan Gojek Indonesia meminta kepastian dukungan kedua pasangan Calon Walikota Surabaya terhadap perkembangan startup dan UMKM kedepan dalam acara "Sambung Rasa bersama calon pemimpin Kota Surabaya" yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Rabu (14/20/2020).

Head of Regional Government Relations for East Java Gojek Indonesia, Boy Arno Muhammad mengatakan, dalam industri digital, kolaborasi menjadi hal yang signifikan dan tidak bisa ditinggalkan. Kolaborasi juga menjadi backbone Gojek untuk mengangkat semua sektor, utamanya UMKM.

"Urat nadi Gojek itu di UMKM, tetapi Gojek juga berkiprah di beberapa sektor lain, termasuk transportasi dan pariwisata. Dan di Surabaya, animo UMKM sangat luar biasa," ujar Boy Arno.

Ia kemudian bertanya tentang komitmen pasangan calon nomor urut satu, Eri Cahyadi dan Armudji, ketika memenangkan pemilihan, dalam peningkatan kinerja startup dan UMKM di Surabaya. Bagaimana dukungan mereka terhadap perkembangan bisnis rintisan semacam Gojek dan UMKM di masa kepemimpinan mereka.

"Bagaimana mengembangkan UMKM kedepan karena mereka butuh sentuhan Pemkot Surabaya, utamanya dari  sisi pemasaran dan penguatan revenue," tanya Boy Arno kepada Eri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Eri Cahyadi mengatakan bahwa selama menjadi Kepala Bappeko Kota Surabaya, ia selalu menekankan bagaimana Ojek Online (Ojol) bermanfaat bagi Surabaya. Untuk itulah, di masa kepemimpinannya kedepan, ia berkeinginan mengoneksikan dan mensinergikan semua sentra PKL di Surabaya dengan Gojek. 

"Kami juga berkeinginan agar Gojek menjadi bagian dari pemandu wisata. Jika ada tamu datang, Ojol bisa kasih tahu destinasi wisata di sekitar Surabaya. Pemkot nantinya juga akan menggandeng Gojek dalam pengiriman surat," jelas Eri.

Namun ada permintaan dari Eri kepada Gojek Indonesia jika nantinya ia terpilih dan bekerjasama dengan Gojek. Gojek, ujarnya, harus memberikan prioritas kepada mitra Gojek (Ojol) asli warga Surabaya, misalnya dalam memberikan order atau pelanggan. Ojol asli Surabaya harus mendapatkan lebih banyak pelanggan dibanding warga luar Surabaya.

"Jangan sampai Ojol luar Surabaya dapat banyak pelanggan, sementara Ojol asli Surabaya malah tidak dapat. Karena nantinya kami juga akan membangun sejumlah shelter seperti di mall sebagai tempat mangkal Ojol," kata Eri.

Hubungan yang saling menguntungkan ini harus terjalin agar perusahaan yang berinvestasi senang menjadi bagian di Surabaya dan masyarakat Surabaya juga senang menjadi bagian dari investasi tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Boy Arno menyanggupi karena teknologi memungkinkan untuk melakukan kebijakan itu. "Insyaallah bisa sebab teknologi memungkinkan untuk melakukan itu," tegasnya.

Sementara itu, pertanyaan yang sama juga diungkapkan oleh Head of Government Relations Bali and Nusa Tenggara Gojek Indonesia, Charly Raya, bagaimana dukungan paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman terhadap perkembangan ekonomi digital.

"Saat ini Gojek Indonesia tengah fokus dalam peningkatan UMKM. Fokus inkubasi UMKM. Inkubasi seperti apa yang nantinya bisa melibatkan kami di Surabaya," tanya Charly kepada pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman.

Menurut Charly, saat ini ada sekitat 23 Konjen dan Konsul negara asing yang berkantor di Surabaya. Hal ini nenunjukkan bahwa Surabaya menempati posisi penting sebagai hub ekonomi dunia.

"Bagaimana kemudian kami yang ada di Kadin ini digandeng agar ketika investasi asing datang kami tidak ditinggal," tanyanya saat mengetahui komitmen Paslon nomor urut dua untuk memperbesar porsi investasi asing yang akan masuk di kota pahlawan ini.

Menjawab pertanyaan tersebut, Machfud Arifin mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan, termasuk di pedagang yang ada di PD Pasar, tetapi dengan catatan pasar harus diubah, harus diperbaiki. "Akan kami berikan pelatihan dan permodalan agar naik kelas," katanya. kbc6

Bagikan artikel ini: