Tetap berkonsep semi bansos, program kartu Prakerja berlanjut hingga 2021

Kamis, 15 Oktober 2020 | 14:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan program kartu prakerja akan tetap dilanjutkan hingga tahun 2021.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin pun mengatakan, konsep pelaksanaan program kartu prakerja tahun mendatang masih tetap semi bansos.

"Konsep tahun depan, kalau melihat kondisi perekonomian, kita masih melihat konsep semi bansos ini kita pertahankan setidaknya sampai 1 semester di 2021," ujar Rudy secara virtual, Rabu (13/10/2020).

Meski masih mempertahankan pola yang sama di 6 bulan tahun mendatang, namun Rudy pun mengatakan, akan ada pelatihan-pelatihan offline yang sudah mulai dilaksanakan. "Itu yang menjadi pembeda di tahun depan. Tahun ini murni online, mungkin tahun 2021 akan mulai menggulirkan pelatihan offline," jelas Rudy.

Adapun, hingga 14 Oktober 2020, sudah ada sekitar 36,6 juta orang yang melakukan pendaftaran di situs kartu prakerja untuk gelombang 1 hingga 10. Dari jumlah tersebut, terdapat 24,6 juta orang yang lolos verifikasi email, 19 juta orang yang lolos verifikasi NIK dan KK, serta 17,2 juta orang yang lolos verifikasi nomor hp. Selanjutnya, hanya sekitar 5,6 juta orang yang ditetapkan sebagai peserta kartu prakerja.

Dari total penerima kartu prakerja tersebut, terdapat 5,19 juta orang yang telah membeli pelatihan, ada sebanyak 4,77 juta orang yang telah menyelesaikan minimal 1 pelatihan dan sebesar 4,55 juta yang sudah menerima pelatihan. Ada pula  310.212 orang yang dicabut status kepesertaannya.

Sekadar diketahui, besaran dana yang akan diterima peserta kartu prakerja sebesar Rp 3,55 juta, yang terdiri atas biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta dan sebesar Rp 2,4 juta menjadi insentif selama 4 bulan, dan Rp 150.000 menjadi insentif pengisian survei untuk 3 kali survei. kbc10

Bagikan artikel ini: