PLN UID Jatim paparkan kecukupan pasokan listrik di hadapan Bupati Pacitan

Kamis, 15 Oktober 2020 | 22:19 WIB ET

PACITAN, kabarbisnis.com: General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa beserta jajarannya kunjungi Bupati Pacitan, Indartato yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru dan jajarannya, Rabu (14/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut Nyoman mengutarakan maksud untuk bersilaturahmi dan meningkatkan kerekatan dengan stakeholder di Pacitan.

"Kami menyadari betul peran pentingnya listrik sebagai indikator maju tidaknya suatu daerah, karena listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat. Pada kesempatan kali ini, PLN meminta banyak masukan, kritik terhadap pelayanan dan kehadiran kami di tengah masyarakat Pacitan. Dapat kami sampaikan pula bahwa untuk daerah Pacitan ini daya mampu 700 MW dan beban puncak sebesar 330 MW sehingga lebih dari cukup untuk menerima pertumbuhan energi di berbagai sektor untuk wilayah Kabupaten Pacitan, Ngawi, Nganjuk dan Ponorogo," papar Nyoman.

Disambut dengan hangat, Indartato sampaikan elektrifikasi di Kabupaten Pacitan sudah mencapai 94 persen akan tetapi masih banyak masyarakat yang menyalur (levering).

"Kami berharap Rasio Elektrifikasi bisa meningkat sehingga perekonomian masyarakat menjadi lebih baik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat. Perlu diketahui bapak-bapak sekalian bahwa PPJU merupakan PAD terbesar Kabupaten Pacitan, sehingga kami berharap ketertiban masyarakat dalam membayar listrik," tambah nya.

Mengenai peningkatan Rasio Elektirifkasi, Nyoman pun memaparkan program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN membantu masyarakat kurang mampu yang belum berlistrik di Jawa Timur termasuk Pacitan dan masuk dalam kategori Basis Data Terpadu (BDT) untuk mendapat akses listrik. Selain itu, Nyoman pun meminta dukungan penuh dari stakeholder di Pacitan agar turut berperan menjaga keandalan pasokan listrik.

"Beberapa waktu yang lalu terjadi kejadian yang sangat disayangkan, layang-layang yang menyangkut di jaringan transmisi PLN sehingga menyebabkan terganggunya distribusi tenaga listrik. Oleh karena itu, kami memohon kepada Pak Indartato beserta jajarannya untuk mengedukasi anak-anak agar bermain layang-layang di lapangan terbuka yang jauh dari jaringan listrik, jangan diinapkan, karena kalau diinapkan dan tidak diturunkan risiko terbawa angin dan mengenai jaringan listrik lebih besar," tandas Nyoman.

Di akhir pertemuan, Indartato dan segenap jajarannya menyatakan kesiapannya untuk mendukung PLN menjaga keandalan pasokan listrik khususnya dalam hal mengedukasi warganya agar bermain layang-layang di lapangan terbuka.kbc6

Bagikan artikel ini: