Kelas menengah atas diminta aktif belanja produk UMKM

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kelompok masyarakat menengah atas didorong lebih aktif membelanjakan uang simpanan. Langkah ini diyakini berdampak baik bagi bisnis UMKM yang tengah terpukul parah akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini banyak kelompok menengah ke atas yang masih menahan di perbankan, pasar modal dan tidak masuk ke perekonomian belanja barang. Padahal dari sisi bisnis UMKM sangat tergantung akan permintaan," kata Chief Economics Danareksa Research Institute, Moekti Prasetiani Soejachmoen, Kamis (15/10/2020).

Dikatakannya, selama pandemi Covid-19, banyak pelaku UMKM yang dihadapkan pada kondisi sulit, bahkan terancam gulung tikar. Antara lain disebabkan turunnya permintaan terhadap produk UMKM.

"UMKM dari sisi suplai masih bisa berproduksi. Akan tetapi kalau tidak ada permintaan di sini sulit untuk menjaga usahanya," tambah dia.

Maka dari itu, dia meminta bantuan kelas menengah atas agar mau mengalokasikan uang simpanannya untuk membeli produk UMKM, khususnya selama pandemi Covid-19 berlangsung. Sehingga kelangsungan bisnis UMKM diyakini dapat lebih terjaga.

"Dan ternyata ini bagus, kalau (kelas menengah atas) meningkatkan belanja. Karena sisi bisnis UMKM sangat tergantung dari permintaan untuk menjaga usahanya," tandasnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, masyarakat berpenghasilan menengah ke atas lebih suka menyimpan dana dari pada belanja selama pandemi Virus Corona. Padahal belanja diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Masyarakat menengah ke atas masih pelit belanja, dia hanya belanja seperlunya baik karena takut keluar dari rumah atau hal lain. Bahan pokok dibelanjakan cukup. Menengah ke atas cukup membatasi mereka juga menjaga cadangan keuangannya," ujarnya.

Enggar mengatakan, kecenderungan menyimpan dana tersebut terlihat dari peningkatan simpanan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan. Beberapa bank mencatat terjadi pertumbuhan positif pada DPK selama pandemi Covid-19.

"Ini tercermin peningkatan dana pihak ketiga yang tumbuh secara positif di perbankan karena mereka berpikir lebih baik menyimpan dana yang dimiliki ke sana," papar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: