Pembiayaan multifinance ikut kecipratan berkah lajunya penjualan mobil

Senin, 19 Oktober 2020 | 10:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kecenderungan meningkatnya penjualan otomotif di Tanah Air ikut mengerek bisnis pembiayaan industri multifinance. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil pada September 2020 sebanyak 48.554 unit. Jumlah itu tumbuh 30,25% secara bulanan dibandingkan Agustus 2020 sebanyak 37.277 unit.

Hal ini turut berkontribusi pada pembiayaan multifinance. PT BCA Finance misalnya mencatat secara bulanan terjadi pertumbuhan kinerja, meski secara tahunan masih mengalami tekanan.

"Total penyaluran pembiayaan baru September 2020 sebesar Rp 11,2 triliun. Turun 54% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 24,57 triliun," ujar Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim akhir pekan lalu.

Namun secara bulanan, kinerja anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini masih tumbuh 9,8% month on month (MoM) dari Agustus 2020 sebesar Rp 10,2 triliun. Roni mengatakan, saat ini pasar pembiayaan dalam negeri masih lemah terdampak pandemi Covid-19.

BCA Finance tetap selektif dalam menyalurkan pinjaman. Juga tetap mempertahankan bunga pinjaman. Agar kualitas pinjaman tetap sehat, BCA Finance memperkuat team collection.

"Perkiraan pembiayaan baru tahun ini Rp 16 triliun. Turun hampir setenggahnya dari pencapaiaan tahun lalu sebesar Rp 33,4 triliun," jelas Roni.

Begitupun dengan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) yang mencatatkan kenaikan pembiayaan setiap bulan. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menyatakan pembiayaan perusahaan pada Agustus 2020 hanya Rp 1,1 triliun. Lalu meningkat 17,27% MoM menjadi Rp 1,29 triliun pada September 2020.

Dia menyatakan, kinerja ini ditopang oleh segmen ritel dalam kepemilikan kendaraan bermotor. Sedangkan pembiayaan segmen korporasi mengalami sedikit penurunan.

"Adapun pembiayaan hingga Sept 2020 mencapai Rp 12,3 triliun masih turun dibandingkan September 2019 sebesar Rp 20,7 triliun. Area yang masih baik pertumbuhan di Kalimantan," ujar Harjanto.

MTF tidak mengubah strategi pembiayaan. Anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) ini memproyeksi pembiayaan sepanjang 2020 mencapai Rp 17 triliun akibat dampak Covid-19. Padahal pada 2019, MTF berhasil mencatatkan pembiayaan senilai Rp 28,5 triliun.

Sedangkan, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan secara tahunan maupun bulanan. Direktur Utama CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengatakan, pembiayaan hingga September 2020 sebesar Rp 2,55 triliun.

Nilai itu tumbuh 4,51% yoy dibandingkan September 2019 senilai Rp 2,44 triliun. Kinerja CIMB Niaga Finance pada kuartal ketiga 2020 juga tumbuh 2% MoM dibandingkan Agustus 2020 sebesar Rp 2,5 triliun.

"Pertumbuhan didorong oleh peningkatan yang cukup tajam di kuartal pertama 2020 sebelum Pandemi covid 19 melanda Indonesia. Juga dampak dari CNAF Mobile yang direspond positif oleh partner kami baik dealer dan showroom) juga nasabah secara langsung," jelas Ristiawan.

CNAF mempertahankan layanan kecepatan, transparansi dan kemudahan membuat preferensi mitra kerja terhadap CIMB Niaga Finance lebih meningkat. Meskipun Ia mengaku permintaan akan pembiayaan secara total menurun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), realisasi pembiayaan multifinance hingga Agustus 2020 senilai Rp 391,96 triliun. Nilai itu turun 12,86% yoy dibandingkan Agustus 2019 senilai Rp 449,80 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: