Defisit anggaran tembus 4,16 persen dari PDB

Senin, 19 Oktober 2020 | 22:00 WIB ET
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan defisit anggaran hingga akhir September 2020 mencapai Rp 682,1 triliun atau setara 4,16% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini, pemerintah melakukan pembiayaan utang.

Realisasi pembiayaan utang hingga 31 September 2020 mencapai Rp 810,8 triliun atau 66,4% dari target pembiayaan utang (Perpres 72/2020) sebesar Rp 1.220,5 triliun. Angka ini melonjak 155,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebanyak Rp 317,9 triliun.

"Ini terutama yang cukup positif adalah karena likuiditas di dalam perekonomian kita cukup besar, namun demand terutama untuk kredit di perbankan masih sangat rendah. Sehingga ketersediaan untuk pembelian SBN (Surat Berharga Negara) baik oleh sektor perbankan maupun yang lain-lainnya itu cukup baik," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Secara rinci, pembiayaan utang berasal dari penerbitan SBN dan penarikan pinjaman. Penerbitan SBN mendominasi dengan realisasi per akhir September sebesar Rp 790,6 triliun. Angka ini setara 67,4% dari target pemerintah hingga akhir 2020 yang dipatok sebanyak Rp 1.173,7 triliun.

Sementara penarikan pinjaman yang dilakukan pemerintah hingga akhir September 2020 mencapai Rp 20,1 triliun atau setara 43,1% dari target Rp 46,7 triliun hingga akhir tahun ini. Realisasi ini naik 259,5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang minus Rp 12,6 triliun.

Selain itu, realisasi pembelian SBN oleh Bank Indonesia melalui lelang di pasar perdana (Surat Keputusan Bersama/SKB 1 antara Menkeu dan Gubernur BI) sudah mencapai Rp 61,63 triliun per 13 Oktober 2020. Terdiri dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebanyak Rp 29,05 triliun dan Surat Utang Negara (SUN) Rp 32,58 triliun.

Untuk realisasi penerbitan SBN menggunakan skema burden sharing (SKB 2) sudah mencapai Rp 229,68 triliun atau 57,77 % dari target Rp 397,56 triliun. Sedangkan pembiayaan non public goods mencapai Rp 91,13 triliun atau setara 51,48 % dari target Rp 177,03 triliun.

"Untuk PMN (Penyertaan Modal Negara) kita sudah on track sesuai dengan jadwal pencairannya dan tumbuh 145,5 persen untuk membantu berbagai BUMN kita yang memang mengalami tekanan Covid-19," pungkas Sri Mulyani.kbc11

Bagikan artikel ini: