Dorong diversifikasi pangan, BULOG kenalkan mie sagu

Rabu, 21 Oktober 2020 | 10:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perum BULOG berencana  membangun pabrik pengolahan sagu yang tersebar di 20 wilayah di Indonesia. Rencana ini ditujukan sebagai upaya untuk mendorong diversifikasi produksi dan konsumsi pangan yang selama ini didominasi dengan beras.

Dirut Perum BULOG Budi Waseso mengatakan dari 20 wilayah, dengan sembilan titik menjadi prioritas tanpa menyebutkan secara spesifik wilayah itu akan dibangun.BULOG, kata Buwas begitu biasa disapa akan membawa konsep Smart Village dengan melibatkan berbagai pihak bukan hanya swasta, tapi juga perguruan tinggi dan UMKM.

Dengan konsep ini, akan membangun komunitas sejahtera dan mandiri berbasis pabrik sagu. Bukan hanya membangun pabrik pengolahan. BULOG juga mulai bekerjasama dengan swasta untuk membuat produk turunan sagu seperti mie sagu. Menurut Buwas begitu biasa disapa, pemerintah turut menggaet semua pemangku kepentingan bersama sama mengembangkan hilirisasi produk dari bahan baku yang masih belum optimal.

“Kekuatan pada jaringan hilir yang dikuasai BULOG melalui Jaringan Penjualan Penugasan (PSO) dan Jaringan Komersial akan mempermudah kita dalam melakukan penyebaran produk Mie Sagu (Sago Mee) ke seluruh Indonesia, kami akan pasarkan melalui metode penjualan daring lewat ipanganandotcom dan melalu jaringan Rumah Pangan Kita,” ujar Buwas dalam konferensi pers Pekan Sagu Nusantara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Pada kesempatan itu, secara simbolis BULOG  meluncurkan produk Mie Sagu (Sago Mee BULOG) di Graha Sawala – Kemenko Perekonomian sebagai upaya mempromotori dan memfasilitasi pemasaran produk dan hasil olahan sagu rakyat. Hadir dalam kesempatan itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gurbenur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dan stakeholder terkait lainnya.

Buwas menjelaskan, Indonesia memiliki potensi sagu yang sangat besar sekitar 85 % dari luas sagu dunia yang tersebar di Sumatera, Maluku, Sulawesi, Papua termasuk Papua Barat dan dengan tingkat produktivitas yang sangat tinggi. Untuk itu Perum BULOG memposisikan diri sebagai promotor dan fasilitator produk dan hasil olahan sagu untuk mendukung program diversifikasi pangan agar terwujudnya ketahanan pangan.

“Kami yakin sagu dapat menjadi alternatif pangan yang menjanjikan dan dapat menjadi kunci ketahanan pangan kedepannya. Banyak keunggulan dari pangan sagu dan produk turunan nya yang dapat menjadi faktor penguat agar pangan sagu dapat diminati oleh masyarakat Indonesia," kata Buwas.

Sementara Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, potensi Indonesia yang kaya akan produksi sagu harus dimanfaatkan sebagai upaya pemerintah untuk mensukseskan program diversifikasi pangan dimana selama ini Indonesia masih sangat ketergantungan terhadap beras dan dapat memicu permasalahan ketahanan pangan nasional

“Produksi lahan sagu Indonesia adalah yang terbesar di dunia dan sangat melimpah di tanah Papua sehingga membutuhkan suatu gagasan untuk menciptakan alternatif pangan diluar beras. Maka kami melalui kerjasama dengan berbagai pihak telah memulai pengembangan sagu,’’ kata Agus

Selain itu juga dilakukan Penandatanganan MOU antara BULOG dengan PT Bangka Asindo Agri mengenai pengembangan pangan mandiri berbasis singkong dan sagu.MOU ditandatangani oleh Direktur Utama Perum BULOG, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wakil Direktur Utama Perum BULOG dan Direktur Utama PT Bangka Asiando Agri yang disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian.kbc11

Bagikan artikel ini: