Mayoritas UMKM belum siap masuki era digitalisasi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mayoritas dunia usaha skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai belum siap masuki era digitalisasi, terutama begitu pandemi Covid-19 terjadi.

“Banyak pelaku ekonomi belum siap sehingga bisa jadi dari sisi sektor riil mereka akan tertinggal,” kata ekonom senior Institute Finance for Development  Economic and Finance (INDEF) Aviliani dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Aviliani menyatakan, pelaku ekonomi yang sangat tidak siap menghadapi digitalisasi adalah sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga perkembangan usaha pada sektonya sangat lambat.Menurutnya sektor UMKM perlu mendapatkan pendampingan dari pemangku kepentingan dalam rangka pengenalan mengenai digitalisasi sehingga mereka dapat memanfaatkan momen ini untuk memacu pertumbuhan lebih baik.

“Sektor UMKM itu perlu ada pendampingan untuk percepatan karena kalau tidak, harusnya mereka bisa lebih cepat nanti mereka bisa lebih lambat karena mereka tidak bisa memanfaatkan momen ini,” ujar Aviliani.

Bukan hanya sektor UMKM, Aviliani mengatakan, masih banyak perusahaan di Indonesia yang tidak mempersiapkan diri ke arah digitalisasi, sehingga kian memperlambat proses untuk ke masa peralihan.Terlebih lagi, saat ini penjualan secara online meningkat sangat signifikan seiring dengan fenomena peralihan aktivitas masyarakat ke teknologi digital selama pandemi.

Dia menegaskan, ketidaksiapan perusahaan dalam menyambut digitalisasi akan sangat merugikan, bahkan keberlangsungan produktivitasnya juga dapat terancam.Contohnya, saat ini banyak rumah sakit yang sepi karena masyarakat lebih memilih untuk konsultasi atau membeli obat melalui platform online karena takut adanya penularan Covid-19.

“Rumah sakit bisa tutup gara-gara mereka tidak bisa mengikuti pola yang ada. Dari sisi rumah sakit dan kesehatan yang seharusnya meningkat tapi ada juga yang enggak mampu untuk beradaptasi sehingga mereka harus tutup,” tegasnya.

Aviliani menilai perusahaan yang paling siap dalam menyambut dan mengadaptasi sistem digital selain e-commerce adalah sektor perbankan dan keuangan.Seperti yang diketahui secara umum, perbankan banyak berinovasi dari segi pemanfaatan digitalisasi dalam melayani nasabah. Pelayanan yang mulanya dilakukan secara tatap muka, kini dapat dilakulan lebih mudah secara online. “E-commerce karena mereka sudah menciptakan marketplace, sudah menciptakan kondisi sudah digitalisasi gitu. Jadi mereka tidak masalah,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: