Kunjungi Indonesia, PM Jepang tawarkan pinjaman Rp7 triliun

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga tidak hanya membahas kerjasama saja, namun juga soal pemberian pinjaman ke Indonesia. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Yoshida Tomoyuki menyatakan, kunjungan ini juga untuk menindaklanjuti pinjaman 50 miliar Yen (Rp7 triliun) dari Jepang untuk Indonesia. 

Pinjaman Rp7 triliun tersebut, menurut Yoshida Tomoyuki, ditujukan untuk penanganan bencana di Indonesia. Bencana dalam hal ini tidak terbatas pada bencana alam saja, tetapi juga termasuk bencana pandemi Covid-19. Indonesia, kata dia, sah-sah saja misalkan ingin menggunakan pinjaman tersebut untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 nanti.

"Kita tahu Indonesia dan Jepang sama-sama rentan terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami. Dana ini untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia, untuk menyiapkan program-program penanggulangan," ujar Yoshida Tomoyuki dalam sesi jumpa pers virtual, Rabu (21/10/2020).

Lebih lanjut, Yoshida Tomoyuki menuturkan bahwa pinjaman ini merupakan pinjaman kedua. Pinjaman pertama dicairkan pada bulan Februari. Nilainya kurang lebih 32 miliar Yen atau setara Rp4 triliun. Selain itu, kata Yoshida Tomoyuki, Jepang juga akan mendorong kerja sama dengan Indonesia melalui pemberian barang dan peralatan medis.

Terkait apakah yang diharapkan Jepang dari Indonesia atas pinjaman ini, Yoshida Tomoyuki menyampaikan bahwa Jepang berharap hubungan kerjasama yang lebih berat dengan Indonesia. Dia menyebut Indonesia sebagai rekan ekonomi yang penting untuk Jepang.

Selain itu, kata Yoshida Tomoyuki, Jepang juga mengharapkan adanya kemudahan berinvestasi untuk perusahaan-perusahaan asal Jepang. Sebagai catatan, banyak perusahaan-perusahaan otomotif yang berinvestasi di Indonesia untuk sisi manufaktur.  "Ini bukan pinjaman yang mengikat. Ini pinjaman berbunga rendah juga," ujar Yoshida. kbc10

Bagikan artikel ini: