Bos Crown Group: Pandemi paksa proyek hunian didesain ulang

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:22 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, baik akivitas pekerjaan dan kehidupan sehari-hari hingga penataan ruang. Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito pun menyerukan kepada industri pengembangan hunian dan pemerintah untuk memikirkan kembali standar desain bangunan, khususnya proyek hunian sehingga mereka dapat mendorong kesejahteraan fisik dan mental lebih baik pasca Covid-19.

Dikatakannya, pandemi telah memaksa banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga menciptakan kebutuhan yang lebih mendesak atas rancangan agar lebih mendorong rasa tenang, relaksasi, dan produktivitas.

“Banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja dan belajar dari rumah, menyekolahkan anak-anak mereka di rumah dan berolahraga serta berekreasi,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Menurut Iwan Sunito, mereka yang tinggal di hunian yang dirancang dengan baik akan menawarkan banyak ruang hidup dan kerja, akses ke taman dan udara segar, serta fasilitas seperti area bermain, fasilitas kebugaran, dan ruang musik, akan jauh lebih mampu menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang baru ini.

Beberapa pengembang bersaing dalam bidang ini. Bahwa pemukiman sehat bernilai sekitar Rp 1,340 triliun, atau 1,5% dari konstruksi global. Demikian menurut Global Wellness Institute.

Namun sayangnya, tidak semua hunian dirancang seperti ini dan para penghuninya benar-benar dapat merasakan perbedaannya.

“Pandemi memaksa pemikiran ulang atas desain rumah dan apartemen sehingga semua penghuni dapat merasa aman, santai, dan terhubung secara sosial saat berada di rumah," tukas Iwan.

Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik di seluruh dunia. Industri perhotelan sangat fokus pada kesehatan; industri perumahan juga perlu melakukannya.

“Ini bukan hanya tentang bangunan yang berkelanjutan tetapi gaya hidup berkelanjutan," sambungnya.

Iwan Sunito mengatakan, salah satu langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengembang dan desainer adalah membawa alam ke dalam bangunan – tanaman hijau, air, cahaya alami dan udara segar.

“Banyak penelitian di seluruh dunia telah membuktikan bahwa berada di antara alam dapat meningkatkan suasana hati dan bahkan kecerdasan kita,” kata Sunito.

Salah satu universitas terbesar di dunia, University of Minnesota, telah mempelajari pengaruh alam terhadap ketenangan pikiran masyarakat di departemen biofisiknya.

“Penelitian mereka membuktikan bahwa alam membuat orang merasa lebih selaras dengan diri mereka sendiri dan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan, memulihkan, dan menghubungkan indivdu.

Crown Group sendiri diakui Iwan Sunito, selalu mendesain apartemennya dengan fasilitas khas bergaya resor, untuk menyediakan lingkungan yang santai dan sehat bagi penghuninya. Suatu pendekatan yang ternyata akan sesuai dengan kebutuhan di dunia pasca pandemi.

“Bahkan setelah pandemi ini berakhir, orang akan lebih banyak bekerja dari rumah, jadi ini adalah

kebutuhan yang akan bertahan. Orang akan membutuhkan area yang lebih umum untuk bekerja bersama dan bersosialisasi di tempat yang aman. Dan mereka akan membutuhkan alam di sekitar mereka," beber Iwan Sunito.

Dipaparkannya, Waterfall by Crown Group di Waterloo telah menjadi model yang ideal untuk desain biofilik, dengan koridor terbuka ke elemen yang membiarkan udara segar masuk serta balkon di setiap apartemen. Ada banyak ruang luar ruangan bagi penghuni untuk bersantai termasuk taman tropis seluas 2,600 meter persegi dengan lebih dari 7,000 tanaman di dinding hijau vertikal saja. Pembangunan ini juga memiliki air terjun buatan manusia tertinggi di Australia setinggi 22 meter, menciptakan suara air yang menenangkan.

“Proyek hunian kami cenderung mengarah pada gaya hidup sehat, dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektar, dan dengan taman yang melimpah dan fitur air, serta balkon dan halaman yang luas bagi para penghuni untuk menikmati udara segar,” katanya.

Selain Waterfall by Crown Group, beberapa proyek Crown Group menawarkan gaya hidup di kawasan mandiri, di mana penghuninya tidak perlu pergi untuk berbelanja atau pergi ke dokter atau penata rambut. Mereka memungkinkan untuk tetap berada di dekat rumah, makan di luar atau memesan makanan dari kawasan yang sama.

Director of City Strategy and Place Urbis, Michael Stott mengatakan, pandemi akan menyebabkan

permintaan yang lebih besar untuk ruang hidup dengan zona yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi pekerjaan dari rumah dan area umum bersama, akses ke alam, alam terbuka dan cahaya alami, itu juga dapat mengubah prioritas masyarkat perihal lokasi hunian mereka. Itu juga bisa memicu pemikiran ulang atas open plan living dari bentuknya saat ini.

Urbis adalah firma konsultan interdisipliner yang menawarkan jasa dalam perencanaan, desain, properti, perencanaan sosial, ekonomi dan penelitian. Bekerja dengan klien pada tugas yang terintegrasi atau berdiri sendiri, Urbis menyediakan penelitian sosial, analisis dan nasihat yang menjadi dasar utama pengambilan keputusan sosial, komersial dan lingkungan. Kantor Urbis tersebar di Melbourne, Sydney, Brisbane, Gold Coast dan Perth.

“Apa yang mungkin akan berubah saat kita bergerak melalui virus corona dan keadaan menjadi normal baru, adalah di mana orang memilih untuk hidup akan menjadi yang nomor dua dibandingkan bagaimana mereka ingin hunian mereka berfungsi," jelas Michael. kbc7

Bagikan artikel ini: