Awas! Main layangan di jalur penerbangan diancam denda Rp1 miliar

Senin, 26 Oktober 2020 | 20:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tingginya tingkat bahaya akibat permainan layang-layang di jalur penerbangan membuat Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layangan di wilayah KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan), termasuk salah satunya di sekitar bandara.

Sesuai amanat Undang undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pasal 421 ayat 2 yang berbunyi: "Setiap orang membuat halangan dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)".

Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara siap menindak tegas setiap pelaku yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk main layangan.

"Kami tak segan untuk memberikan sanksi bagi para pelanggar peraturan penerbangan, Ditjen Hubud akan menurunkan PPNS, inspektur navigasi penerbangan, inspektur keamanan penerbangan untuk  bersama sama dengan aparat keamanan menindak-lanjuti semua pelanggaran aturan penerbangan untuk diproses secara hukum," tegas Novie, Minggu (25/10/2020).

Dirjen Novie juga menambahkan bahwa pihaknya bersama Airnav Indonesia, operator bandara dan seluruh stakeholder penerbangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait KKOP.

Adapun wilayah KKOP  tersebut  adalah wilayah daratan maupun perairan, serta ruang udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan. Sehingga, dilarang untuk melakukan kegiatan apapun tanpa seijin Ditjen Hubud.

"Saya sering sekali mendapat laporan dari pilot terkait banyaknya layangan yang terbang di sekitar bandara, yang sangat membahayakan keselamatan penerbangan dikarenakan apabila pesawat menabrak atau tertabrak layangan dan masuk ke mesin pesawat dapat merusak komponen pesawat atau  layangan tersebut bisa menghalangi take off ataupun landing pesawat," katanya.

"Mari kita budayakan untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, tujuannya adalah terciptanya keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama," tambah Novie.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu sebuah layangan dengan lebar sekitar 50 cm tersangkut di landing gear pesawat Citilink. Peristiwa itu diketahui setelah pesawat mendarat di Bandara International Adisutjipto, Yogyakarta dengan keadaan selamat.

Kejadian itu terjadi saat pesawat dengan nomor penerbangan QG -1107 dari Halim menuju Yogyakarta akan melakukan pendaratan di Bandara Adisutjipto pada Jumat (23/10/2020) pukul 16.47 WIB. kbc10

Bagikan artikel ini: