PLN rilis sertifikat energi terbarukan

Selasa, 3 November 2020 | 10:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) merilis sertifikat energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya memberi layanan renewable energy certificate (REC) untuk pelanggan atau bukan pelanggan PLN yang tersertifikasi secara internasional. REC merupakan instrumen berbasis pasar yang menyatakan bahwa pemegang sertifikat menggunakan satu MWh (megawatt jam) listrik dari sumber-sumber energi terbarukan.

Layanan itu diterbitkan guna mendorong peningkatan kapasitas pembangkit dan bauran EBT di Indonesia. "Penerbitan REC diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pembangkit EBT untuk memenuhi target bauran nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025," terang Zulkifli dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Sebagai tanggung jawab PLN untuk menyediakan listrik bagi generasi saat ini dan mendatang. Komitmen ini hadir dalam semangat PLN sebagai Power Beyond Generations. "Kami terus komit kembangkan layanan REC agar setiap unit sertifikatnya terjamin validitas dan transparan. Kami berharap kepemilikan REC jadi gerakan nasional karena bukti penggunaan EBT," ujar Zulkifli.

Pada tahap awal, PLN telah mendaftarkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW dan berpotensi dapat menghasilkan REC sebanyak 993.000 per tahun.PLN percaya REC akan memenuhi kebutuhan dari sektor komersial dan industri. Salah satu dasarnya adalah munculnya inisiatif seperti RE100. Wadah ini beranggotakan lebih dari 250 perusahaan global yang memiliki pabrik dan mitra rantai pasokan mereka di Indonesia dan berkomitmen untuk menggunakan 100% energi terbarukan dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk memastikan produk REC mengikuti standar internasional dan bermutu tinggi, PLN bekerja sama dengan beberapa mitra, termasuk dengan penyedia sistem pelacakan (tracking system) dengan standar internasional, APX Inc. Selain itu PLN juga bekerja sama dengan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA), suatu kemitraan inovatif publik-privat yang mempercepat transisi menuju energi bersih melalui penciptaan permintaan akan energi bersih dari sektor komersial dan industri, pembukaan akses terhadap pembiayaan energi bersih, serta bekerja dengan pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang dapat meningkatkan investasi dan ketersediaan energi bersih.

Direktur Mega Proyek PLN Ikhsan Asaad menjelaskan setiap satu sertifikat yang diterbitkan merepresentasikan 1 MWh yang telah memenuhi standar internasional.Sertifikat tersebut, katanya, dapat diterbitkan untuk pelanggan atau pun bukan pelanggan PLN mulai dari rumah tangga hingga ke industri.

Guna mendapatkan sertifikat itu, pemohon hanya perlu mendaftarkan di laman resmi PLN. "Pemiliknya akan memiliki hak klaim manfaat EBT," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: