Bantu pemulihan ekonomi pasca Covid-19, Kadin Jatim gelar INAPRO Expo 2020

Rabu, 4 November 2020 | 20:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berupaya membantu menggerakkan kembali ekonomi dalam negeri setelah terhempas Pandemi Covid-19. Salah satu yang akan dilakukan adalah dengan menggelar pameran Indonesian Product Expo atau INAPRO Expo 2020.

Pameran yang digelar di Grand City pada tanggal 19-22 November 2020 tersebut akan menghadirkan berbagai produk buatan Indonesia yang berkualitas. Ada sekitar 121 perusahaan yang akan ikut meramaikan pameran. Selain itu Kadin Jatim juga telah menyediakan sekitar 12 booth untuk UMKM binaan Kadin Jatim yang di setiap boothnya bisa diisi sekitar 30 UMKM hingga 50 UMKM. Pameran juga ditujukan untuk mempertemukan antara pembeli dan penjual dari dalam negeri. Acara akan dirangkai dengan sharing tentang bisnis  yang dikemas dalam acara "Kadin Talk" dengan  mendatangkan pelaku bisnis serta pemerintahan.

"Ini wujud dukungan Kadin Jatim terhadap konsep Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, memperkuat potensi ekonomi domestik dan mendorong konsumsi masyarakat terhadap produk-produk lokal. Melalui upaya ini kami berharap Pemulihan Ekonomi Nasional dapat dicapai lebih cepat," ujar Adik Dwi Putranto saat Gathering peserta INAPRO Expo 2020 di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Rabu (4/11/2020).

Melalui perhelatan ini, Kadin Jatim ingin memberikan image positif bahwa Jatim sangat siap untuk melakukan pemulihan ekonomi di masa new normal. 

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Dalam Negeri Ardi Prasetiawan mengatakan, pameran ini juga ditujukan untuk memberikan peluang kepada seluruh pengusaha karena selama pandemi ini mereka tidak bisa melakukan promosi.

"Disiisi lain, INAPRO Expo 2020 juga untuk dorong perdagangan dalam negeri. Kami melakukam hybrid ini dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Harapan kami, dengan konsep INAPRO ini jadi ajang tahunan. Semakin kedepan kita akan perbaiki kualitasnya dalam kontek peningkatan perdagangan," tambah Ardi.

Pada kesempatan yang sama, Kelapa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan mengatakan bahwa pandemi sangat mempengaruhi ekonomi Jatim. Jatim yang biasanya tumbuh diatas 5 persen, maka pada triwulan II/2020 justru terkontraksi sebesar 5,9 persen. 

"Ini menunjukkan bahwa ekonomi Jatim ada hambatan di berbagai hal. Padahal ekonomi Jatim memberikan sumbangan terhadap nasional sebesar 14,94 persen. Ada tiga sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap nasional, yaitu pertanian sebesar 13,04 persen, industri pengolahan sebesar 22,8 persen dan perdagangan memberikan sumbangan terhadap nasional sebesar 20,49 persen," ungkap Drajat.

Sementara kinerja tiga sektor tersebut selama pandemi justru mengalami penurunan cukup besar. Industri pengolahan yang biasanya rata-rata tumbuh sebesar 6 persen hingga 8 persen justru terkontraksi sebesar minus 2,1 persen. Dan sektor perdagangan yang biasanya tumbuh sebesar 6 persen menjadi turun sebesar -4,9 persen akibat pandemi Covid-19.

Untuk itulah Pemerintah Provinsi melakukan berbagai langkah strategis untuk kembali mendongkrak kinerjanya, diantaranya dengan membangun pasar, pameran dan inovasi. 

"Membangun pasar karena pergerakan ekonomi harus ada pasar, baik secara online dan offline atau dengan berminta dengan provinsi lain. Ini sudah mulai kami lakukan sejak Juni 2020 dan sampai sekarang nilainya sudah mencapai Rp 1 triliun. Karena sebenarnya ketergantungan provinsi lain pada produk Jatim cukup tinggi, mencapai 80 persen," terangnya.

Upaya kedua adalah dengan menggelar pameran. Ini juga telah mulai dilakukan pada November kemarin dengan menggelar Jatim Fair 2020. "Dan pameran INAPRO Expo 2020  ini sangat bagus. Kami sangat mendukung. Karena sebenarnya pelaku usaha ini masih ingin bertemu dengan calon pembeli," tambahnya.

Penyelenggara INAPRO Expo 2020, Yusuf Karim Ungsi mengatakan, pameran INAPRO Expo 2020 diarahkan pada pameran berkualitas yang bersifat hybrid dengan pembatasan. "Diharapkan yang datang ini buyer dan pebisnis, baik reseller ataupun pebisnis lainnya. Untuk menggerakkan buyer dalam negeri, kami bekerjasama dengan Kadin Jatim," ujar Yusuf.

Ada sekitar 500 buyer per hari yang telah diundang. Sehingga dalam empat hari, diharapkan ada sekitar 2 ribu buyer yang akan datang dan melakukan transaksi. Yang juga cukup menarik adalah Kadin menyediakan 12 booth khusus UMKM yang selama pandemi ini tidak bisa berjualan," ujarnya.

Pelaksanaan pameran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari pendaftaran secara online, keharusan cuci tangan hingga menjaga jarak. kbc6

Bagikan artikel ini: