Pertumbuhan e-commerce RI tahun ini makin subur

Rabu, 4 November 2020 | 22:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertumbuhan e-commerce di Indonesia saat ini mengalami perkembangan pesat. Bahkan di masa pandemi Covid-19, ada percepatan pertumbuhan mencapai 91 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 54 persen. Hal itu disampaikan CEO Sirclo, Brian Marshal, dalam sebuah webinar, Rabu (4/11/2020).

Menurut Brian, percepatan tersebut bukan hanya karena tren belanja meningkat namun juga munculnya e-commerce baru selama periode Covid-19 ini.

"Saat ini banyak pengguna e-commerce yang baru, jumlahnya sekitar 12 juta selama masa pandemi," kata Brian.

Brian juga mengatakan tren ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang meskipun pandemi Covid-19 sudah berakhir. Dia bahkan memprediksi sekira 40 persen dari pengguna e-commerce yang baru akan bertahan pasca pandemi.

Hasil riset yang dilakukan Sirclo menunjukkan dari segi produk e-commerce jumlahnya melonjak tinggi. Beberapa yang paling tinggi permintaannya seperti hand sanitizer, sabun cuci tangan, vitamin, serta tisu basah. Hal ini tentu masuk akal jika dikaitkan dengan wabah virus corona.

Rata-rata saat ini frekuensi belanja didominasi 58 persen wanita. Tren belanja online saat ini 95 persen menggunakan smartphone. Menurut Brian, ini merupakan hal yang wajar mengingat perkembangan internet yang sudah meluas.

Brian juga menjelaskan bahwa masyarakat yang berbelanja online 99 persen lebih sering menggunakan marketplace. Sementara itu 44 persen pengguna berbelanja melalui media sosial.

"Tren belanja saat ini sudah mulai berkembang. Media sosial yang biasanya digunakan untuk ngobrol, sekarang sudah berkembang ke sistem e-commerce. Inilah yang disebut social commerce," kata Brian.

Metode pembayaran favorit saat ini melalui bank transfer yang mencapai angka 46 persen di tahun 2020. Hal menarik lainnya, penggunaan dompet digital justru mengalami peningkatan dari 20 persen pada tahun 2019 menjadi 31 persen di tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: