Mangalihkan risiko, pentingnya memiliki produk asuransi di masa pandemi

Kamis, 5 November 2020 | 09:30 WIB ET

SURABAYA - Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor termasuk jasa keuangan didalamnya termasuk asuransi. Dampaknya skala regional, nasional bahkan global karena asuransi ada perusahaan reasuransi, vaik lokal ataupun global.

Literasi keuangan di Indonesia sampai saat ini masih dibawah 50 persen. Data tahun 2019 literasi keuangan umum mencapai 38,03 persen. Sementara literasi asuransi justru lebih kecil hanya sekitar 9 persen. Sementara inklusinya seperti apa, banyak yang tidak paham meski sudah memiliki produk asuransi. 

“Karena ada produk asuransi yang bundling dengan produk investasi bukan murni asuransi. Ada hal-hal yang kita sudah gunakan produk asuransi tapi masyarakat belum paham,” jelas Mulyanto Mulyanto, Direktur Pengawasan LJK 2 dan Managemen Strategis KR4 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur (Jatim).

Saat pandemi seperti saat ini, perlukah memiliki produk asuransi, Mulyanto mengatakan  fungsi asuransi adalah proteksi yakni melindungi apabila terjadi kejadian yang tiak diingikan seperti kematian, kecelakaan, sakit yang perlu pengobatan dengan jumlah biaya besar tidak ditanggung sendiri. 

“Asuransi adalah membeli perlindungan supaya kalau ada risiko ada yang menanggung. Kenapa perlu proteksi, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Berjaga-jaga dan caranya memiliki produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Ditanya kondisi industry asuransi tahun 2020 ini, Mulyanto mengatakan RBC tahun 2020 masih bagus meski diterjang pandemi covid-19. Dengan kondisi ini kesempatan bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan premi dan nasabah terbuka luas. 

“Namun untuk itu, perlu kreasi dengan dibundle dengan produk investasi lain sesuai prosedur.”

Mulyanto memberikan tips memilh perusahaan asuransi diantaranya jangan memilih asuransi karena teman, segan portfolio asuransi yang ditawarkan. Melainkan  karena kebutuhan proteksi dan cari yang sesuai dengan kondisi keuangan. Kalau belum paham, jangan keburu oke meski sudah bayar premi masih ada cooling off dua pecan untuk merenungkan.

“Mungkin setelah setahun dua tahun isa di review. Kalau memilih asuransi yang baik ya harus pelajari laporan keuangannya, RBC, bisa juga laba ruginya. Kalau untung berarti dilakukan secara professional dan mendapatkan hasil. :

Data OJK, premi asuransi jiwa bulan desember 2019 sebesar Rp 179 triliun sementara hingga bulan September 2020 menjadi Rp 115 triliun. Asuransi umum bulan Desember 2019 sebesar Rp 80 triliun dan hingga Septermber 2020 Rp 47 triliun. 

Sementara itu, Drg. Rusmunanto MM mengatakan pandemi covid-19 membuat banyak pasien khawatir datang ke klinik apalagi ke RS. Klinik gigi adalah rentan sekali. Dan melalui daerah vocal infeksi yang sangat dekat. 

“Saya membatasi pasien sehari empat orang. Kita harus menjaga pasien, dan pasien menjaga dokter,” jelasnya.

Drg. Rusmunanto menambahkan penyebaran covid-19 harus tetap diwaspadai dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Sekarang penyebaran menjamah ke keluarga, karena aktvitas keluarga menganggap tidak ada apa-apa. 

“Saya sendiri kalau pergi ke ATM, saya oleh dengan hand sanitaizer, siapapun yang keluar rumah harus terapkan protokol kesehatan. Supaya tidak ada klaster keluarga dalam penyebaran covid-19.”

Rudi Nugraha Direktur Axa Mandiri mengatakan saat pandemi seperti sekarang sangat perlu memiliki produk asuransi. Pentingnya memanage risiko dan mitigasi risiko  karena risiko bisa terjadi dimana saja, kapanpun dan dimanapun. Bisa terjadi diri sendiri juga keluarga. jangan tanggung risiko sendiri, risiko pada pandemi ini sangat besar.

“Untuk itulah perlunya mitigasi risiko bersama-sama dan disinilah perlunya perusahaan asuransi. Banyak produk yang ditawarkan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan,” jelasnya.

Rudi Nugraha menambahkan dalam kehdupan manusia selalu ada risiko. Risiko mati terlalu cepat, mati terlalu cepat, hidupnya terlalu lama, cacat tetap total, sakit sehingga perlu keluarkan biaya besar. 

Kenapa butuh asuransi, biaya makan, pendidikan, kebutuhan dan lain. Kalau terjadi di kepala rumah tangga yang menopang semua, berbahaya sekali.

 “Memang tidak mesti terjadi, tapi sangat mungkin sebagai prevenif. Kalau kita punya asuransi, ada ponasi lain yang membantu. Ketika kepala RT masih ada yang membantu. Itulah gunanya asuransi memanage dan mengalihkan riisko dan perusahaan asruansi yang menganggung. “

Rudi menambahkan contoh manfaat asuransi, bisa milih berbagi jenis mulai jwa, kesehatan, mobil, perjalanan, hingga perencanaan jangka panjang untuk anak. Axa focus pada perlindungan jiwa dan jangka panjang.

Axa mandiri fokus ke asuransi jwa dan kesehatan serta solusi perencanaan jangka panjang. Kesehatan sangat penting, biaya pengobatan tidak murah dan perusahaan asuransi yang akan membiayai.

“Kalaupun ada risiko meninggal, ada uang pertanggungan yang membantu keluarga terhindar dari kondisi terburuk. Sangat penting, termasuk jangka panjang. Pendidikan  anak dan masa pension. Bisa dipilih satu-satu ataupun bundling,” ujarnya.

Tantangan tenaga Axa Mandiri selama pandemi yakni perubahan gaya kastamer orang malas ketemu. Banyak cabang-cabang tuup, pegawai bank yang referral based. Sebelum bulan Juni, penjualan unit link harus face to face, tingkatkan penjualan non face to face melalui telepon focus pure asuransi jiwa. 

“Kita yakinkan FA sesuai proTokol kesehatan, sudah di rapid test benar sehat dan ketemu nasabah yakin. Poduknya disesuaikan, fkus keada proteksi dan kesehatan. Axa mandiri juga siapkan produk yang cover covid-19.”

Bagikan artikel ini: