Ada sinyal industri otomotif nasional pulih

Jum'at, 6 November 2020 | 19:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja sektor industri manufaktur mengalami perbaikan menuju zona positif. Pada kuartal III 2020, sektor pengolahan berhasil tumbuh 5,69% (qoq). Lebih baik daripada kuartal sebelumnya di kisaran -6,21% .

Meskipun secara tahunan, sektor manufaktur pada kuartal yang sama masih dalam zona negatif 4,02% (yoy), namun lebih baik dibandingkan kuartal II/2020 yang terkontraksi 5,74% (yoy).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kondisi di kuartal ketiga ini mulai menujukkan proses perbaikan dan rebound sektor industri pengolahan. "Kalau dibandingkan per kuartal, hampir seluruh sektor industri mengalami pertumbuhan positif," kata Agus di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Berdasarkan data BPS, sektor yang tumbuh positif di kuartal III/2020 dibandingkan kuartal sebelumnya, antara lain industri alat angkutan (17,48%), industri logam dasar (10,73%), industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik; dan peralatan listrik (8,11%), industri karet, barang dari karet dan plastik (7,52%), serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional (5,69%).

Kinerja industri alat angkutan, lanjutnya melaju cepat pada kuartal ini. Terlihat dari indikator penjualan mobil dan sepeda motor yang naik tajam jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penjualan mobil sampai tingkat diler atau wholesale sepanjang kuartal yang sama mencapai 111.114 unit atau naik sebesar 362,17% (qoq). "Produksi mobil pada kuartal III/2020 mencapai 113.563 unit atau naik sebesar 172,78% jika dilihat secara kuartalan," sebutnya.

Sementara, penjualan sepeda motor secara wholesale pada kuartal III/2020 mencapai 911.865 unit atau naik sebesar 190,75% (qoq).Secara tahunan, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh paling tinggi hingga 14,96% (yoy). Pertumbuhan sektor ini didukung oleh peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen untuk memenuhi permintaan domestik dalam menghadapi wabah Covid-19.

Sementara, industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi paling besar pada struktur PDBnasional sepanjang kuartal III/2020 mencapai 19,86%.Menperin menilai optimisme recovery yang relatif cepat di sektor manufaktur beriringan dengan sikap disiplin masyarakat dalam upaya mencegah virus Covid-19. "Terlihat juga dari jumlah kasus aktif yang terus menurun," katanya.

Kinerja gemilang lainnya dari sektor industri, yakni realisasi nilai investasi yang naik 37% (yoy). Dalam sembilan bulan pertama 2020, penanaman modal sektor industri di Tanah Air mencapai Rp 201,9 triliun. Naik dibanding periode sama tahun 2019 sebesar Rp 147,3 triliun.

Di samping itu, nilai ekspor sektor industri pada Januari-September 2020 menembus US$94,36 miliar dan menyumbang neraca surplus sebesar US$8,8 miliar.Tiga sektor yang menyumbang devisa terbesar, yaitu industri makanan (US$21,31 miliar), industri logam dasar (US$16,96 miliar), serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (US$9 miliar).kbc11

Bagikan artikel ini: