Pendapatan penerbangan susut, Garuda catat rugi bersih Rp16 triliun di kuartal III

Sabtu, 7 November 2020 | 11:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencatat rugi bersih pada kuartal III/2020, seiring dengan pendapatan yang menurun sepanjang periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020, perseroan mengalami rugi bersih sebesar US$1,07 miliar atau Rp 16,03 triliun. Posisi tersebut berbanding terbalik dibandingkan catatan pada kuartal III/2019 saat GIAA meraup laba bersih US$122,42 juta.

Penyebab utama penurunan itu adalah anjloknya pendapatan dari penerbangan berjadwal yang menjadi sumber utama pendapatan perseroan.

Kontribusi pendapatan dari penerbangan berjadwal pada kuartal III/2020 tercatat sebesar US$917,28 juta atau Rp 13,69 triliun, jauh di bawah perolehan kuartal III 2019 sebesar US$2,79 miliar.

Penerimaan perusahaan dari sektor penerbangan tidak berjadwal juga anjlok cukup dalam. Perusahaan hanya mampu mencetak pendapatan US$46,92 juta berbanding torehan kuartal III/2019 senilai US$249,91 juta.

Total pendapatan Garuda pun mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp 16,98 triliun, turun dari US$3,54 miliar pada kuartal III/2019.

Sementara itu, beban usaha berhasil diturunkan dari US$3,28 miliar menjadi US$2,24 miliar, atau turun 31,7 persen. Beban operasional penerbangan tercatat turun 32,64 persen dari US$1,93 miliar menjadi US$1,3 miliar.

Dengan performa tersebut, perseroan membukukan rugi periode berjalan senilai US$1,09 miliar, berbalik dari posisi untung US$181,51 juta pada kuartal I/2019.

Dari sisi kewajiban, per akhir September, emiten penerbangan pelat merah tersebut tercatat memiliki liabilitas sebesar US$10,36 miliar, melesat 177,74 persen dibandingkan catatan kuartal III/2019 sebesar US$3,73 miliar.

Kewajiban ini terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai US$ 5,65 miliar dan jangka pendek senilai US$4,69 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: