Industri mamin diprediksi tumbuh 2-3 persen di tahun ini

Senin, 9 November 2020 | 09:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski sejumlah sektor industri yang lesu selama pandemi Covid-19, bisnis makanan dan minuman (mamin) masih memperlihatkan stabilitas yang signifikan. Industri ini diperkirakan masih tetap membukukan pertumbuhan yang positif di tahun ini.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, di kuartal ketiga tahun ini, industri mamin mampu tumbuh 0,66%. "Pertumbuhan di kuartal ketiga lebih baik dari kuartal kedua," ungkapnya akhir pekan lalu.

Dia melihat gejala pertumbuhan di industri mamin sudah mulai terlihat di pertengahan tahun ini, dimana saat awal diumumkan pandemi sedikit melemah. "Sejak Juni terus membaik dan semoga sampai akhir tahun ini pertumbuhannya bisa mencapai 2%-3%," sebut Adhi.

Pandemi juga tak menghalangi gairah investasi di sektor mamin. Menurut Adhi, sampai semester I 2020, investasi di sektor mamin sudah hampir menembus angka Rp 30 triliun.

Dorongan berinvestasi datang dari besarnya nilai produk domestik bruto (PDB) di Indonesia. "Dengan PDB per kapita tinggi maka tuntutan ketersediaan produk mamin makin beragam, makin bernilai tambah, semakin fungsional dan bergizi," urainya.

Produsen makanan dan minuman, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) misalnya, menilai pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi inovasi bisnisnya. Perusahaan ini tetap rajin menambah portofolio produk yang baru di tahun ini.

Head of Global Marketing MYOR Ricky Afrianto mengatakan, MYOR dari periode April hingga Agustus ini saja sudah meluncurkan 10 produk baru. Produk tersebut beragam jenis misalnya untuk minuman Mayora mengeluarkan Le Minerale varian Galon, di minuman kopi ada Tora Coffe dan jajaran biskuit ada Roma Malkist Keju Tabur.

Untuk produk minuman varian galon, Mayora mengklaim mampu bertengger di posisi kedua pasar domestik saat ini. Ricky mengatakan perusahaan menilai pasar domestik makanan dan minuman cukup cepat pulih di saat pandemi ini.

"Mulai Juli-Agustus pasar domestik kami rasakan tumbuh positif dengan baik, recovernya lebih duluan dibandingkan ekspor," sebut Ricky. kbc10

Bagikan artikel ini: