Target penjualan otomotif 2020, Gaikindo: Sangat berat

Jum'at, 13 November 2020 | 11:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku masih sangat berat untuk mengejar penjualan mobil yang ditargetkan mencapai 600 ribu unit pada tahun ini.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengungkapkan, sejak Juni lalu sebetulnya sudah ada peningkatan dalam penjualan mobil. Namun, hingga Oktober 2020, penjualan mobil masih berada di kisaran 450 ribu unit untuk retail sales, dan sekitar 420 ribu untuk whole sales.

"Sangat berat, apalagi ini sudah pertengahan November. Sementara pada Desember sudah mulai liburan, dan konsumen pasti menunggu mobil yang tahun 2021. Jadi berat untuk 600 ribu unit," ujarnya dalam diskusi secara virtual, Kamis (11/12/2020).

Meski begitu, dia optimistis pada tahun depan penjualan mobil akan membaik. "Saya kira 2021 bisa di atas 600 ribu unit, karena dari bulan Juni tren penjualan sudah meningkat," tandasnya.

Sementara itu terkait belum disetujuinya rencana pembebasan pajak nol persen atas mobil baru oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kukuh Kumara mengatakan bahwa pihaknya berharap ada kebijakan atau stimulus baru untuk memulihkan industri otomotif.

"Mudah-mudahan ada upaya lain dari pemerintah untuk mempercepat pulihnya industri otomotif," katanya.

Menurut dia, sebenarnya pajak nol persen itu sepenuhnya belum ditolak. Hingga saat ini pihak Kemenkeu masih dalam proses kajian. "Kalau dalam kacamata Kementerian Perindustrian ini merupakan suatu upaya untuk membangkitkan industri otomotif. Jadi kaca mata teknokrasinya seperti itu. Namun, dari kementerian Keuangan mengkaji lebih dalam apakah betul itu berdampak signifikan," jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa industri otomotif punya potensi untuk pulih. Sebab, banyak masyarakat yang masih memiliki uang untuk membeli mobil. Namun, dalam pandangannya, untuk lebih menggairahkan minat beli masyarakat diperlukan 'gula-gula' berupa stimulus atau insentif.

"Ada kantong masyarakat yang memiliki dana untuk menghindari Covid-19 dengan membeli mobil. Ini butuh distimulasi agar penjualan meningkat. Pada dasarnya industri otomotif tidak hanya menginginkan pajak nol persen. Kita harapkan ada kebijakan yang bisa muncul. Mau 5 persen atau 30 persen ini adalah wewenang pemerintah, yang penting bisa bangkit," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: