Pasca diakuisisi, Bank Nobu siapkan strategi sinergi dengan Matahari

Senin, 16 November 2020 | 08:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank National Nobu Tbk (NOBU) tengah menyusun strategi sinergi dengan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), menyusul telah diakuisisinya saham Bank Nobu sebesar16,41% oleh Matahari.

“Transaksi sahamnya juga masih proses, sejauh ini kami masih godok konsepnya,” ujar Direktur Utama Bank Nobu Suhaimin Djohan pada pekan lalu.

Asal tahu saja, 16,41% saham Bank Nobu yang sebelumnya dikempit PT Inti Anugerah Pratama dilego ke Matahari senilai total Rp 549,60 miliar. Total saham yang dilepas Inti Anugerah sebanyak 728 juta.

Adapun transaksi akan dilakukan sebanyak tiga kali: pertama pada 4 November 2020 lalu untuk mengakuisisi 400 juta saham senilai Rp 302 miliar, kedua pada 11 November 2020 senilai Rp 196,30 miliar untuk ambil 260 juta saham, dan ketiga pada 28 Desember 2020 senilai Rp 51,34 miliar dengan 68 juta saham.

Adapun sebelumnya, Corporate Secretary and Legal Director Matahari Department Store Miranti Hadisusilo memaparkan rencana bisnisnya pasca akusisi. Salah satu rencana sinergi ini adalah mengintegrasikan 150 gerai Matahari menjadi branchless banking Bank Nobu.

"Kuncinya adalah peluncuran branchless banking yang memanfaatkan jaringan luas lokasi Matahari di dalam dan di luar Jawa. Hal ini akan memberi Nobu titik kontak konsumen yang berharga untuk mendukung layanan perbankan yang terdesentralisasi dengan biaya yang lebih murah daripada cabang fisik," ujarnya. 

Sinergi ini menurut Miranti juga bakal membantu meningkatkan kembali lalu lintas masyarakat ke gerai ritel yang kini mulai tergerus akibat platform belanja daring. 

Sementara buat Nobu, keuntungan bisa didapat dengan menawarkan produk keuangannya kepada pelanggan Matahari. Selain itu, Bank Nobu disebut Miranti juga bisa melakukan ekspansi pembiayaanya kepada para pemasok Matahari. kbc10

Bagikan artikel ini: