Masa pandemi, sektor perbankan sangat membantu pemulihan industri properti

Senin, 16 November 2020 | 11:16 WIB ET

SURABAYA – Di Masa pandemi saat ini sangat diharapkan kerjasama berbagai pihak dibutuhkan untuk kembali menggairahkan dunia properti. Kinerja sektor properti sangat penting untuk tetap dijaga karena setidaknya ada 175 industri pendukung lainnya yang bergantung pada bidang ini. 

”Pandemi ini jadi kesempatan kita untuk bersinergi. Termasuk dengan lembaga keuangan seperti Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera), PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator,” kata Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendi dalam seminar online bertajuk “Sinergi Pemulihan Industri Properti”, Rabu (11/11/2020). Seminar ini merupakan salah satu upaya DPD REI Jatim menjaga kontinuitas business activities para anggotanya di  tengah pandemic Covid – 19. 

Soesilo mengatakan, DPD REI akan terus memfasilitasi anggotanya untuk bertahan termasuk bekerjasama dengan berbagai pihak. ”BP Tapera akan aktif kembali menerima iuran di tahun 2021, SMF juga akan aktif menyalurkan dana melalui perbankan,” ujarnya. 

Sementara itu Ketua DPP REI, Paulus Totok Lucida berharap dari seminar ini bisa diketahui bagaimana sistem yang akan dijalankan BP Tapera dan SMF di tahun 2021. ”Dan untuk OJK, banyak konsumen yang mengalami penurunan penghasilan sehingga mereka meminta penundaan pembayaran angsuran misalnya selama enam bulan karena mereka ini membutuhkan rumah,” tutur Totok, sapaan Paulus Totok Lucida.

Menanggapi hal tersebut Kepala OJK KR 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi mengatakan dalam rilis sebelumnya OJK akan memperpanjang kebijakan restrukturisasi. "Keinginan Pak Totok bisa terakomodir dan sekarang sedang disiapkan POJK-nya (Peraturan OJK)," ungkap Bambang. 

Pemerintah, OJK dan BI dikatakan Bambang akan terus mendukung perkembangan semua sektor usaha termasuk perumahan. Apalagi khusus untuk sektor properti tetap tumbuh meskipun sudah tidak setinggi periode sebelumnya. 

Untuk properti, pemerintah sudah menyiapkan PP nomer 23 tahun 2020 dan Perpres nomor 100 tahun 2020.

Bambang mengatakan, optimisme masyarakat saat ini mulai meningkat, ditunjukkan dengan Survey keyakinan konsumen yang juga membaik. "Kami yakin di triwulan IV dan 2021 mendatang akan meningkat. Mari kita sama-sama mendukung upaya pemerintah dalam membangun optimisme masyarakat dakam melihat prospek ke depan," tuturnya. 

Sementara itu Komisioner BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat) Adi Setianto mengatakan pihaknya terus memetakan potensi demand perumahan. "Pengembang bisa tahu demand-nya di mana sehingga jangan sampai ada missmatch terutama untuk rumah pertama MBR," ujar Adi. 

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Ananta Wiyogo dalam kesempatan yang sama menambahkan, pihaknya juga mendukung sinergi dalam bidang properti. Untuk 2021, KPR FLPP disiapkan sebanyak 157.500 unit rumah. 

"Dari jumlah tersebut, rencana dana SMF sebanyak Rp 6,37 Triliun dan PPDPP sebanyak Rp 19,12 Triliun. Kontribusi SMF memang tidak besar karena menyesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah," kata Ananta.

Bagikan artikel ini: