Telkomsel suntik investasi ke Gojek Rp2,1 triliun

Selasa, 17 November 2020 | 16:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengumumkan investasinya ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro membenarkan realisasi investasi Telkomsel ke Gojek. Kesepakatan keduanya telah terjadi, Senin (16/11/2020) kemarin.

"Betul, perjanjian sudah ditandatangani kemarin," katanya, Selasa (17/11/2020).

Sekadar catatan, Gojek terakhir memperoleh pendanaan pada Juni 2020 lalu dari Google, Tencent, Facebook dan Paypal.

Pada Maret 2020, Gojek sempat mendapat pendanaan seri F senilai US$1,2 miliar, saat itu pendanaan dipimpin oleh Mitsubishi Corporation, Mitsubishi Motors, Mitsubishi UFJ Financial Group, dan Visa. Pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk mendorong digitalisasi UMKM di Tanah Air.

Adapun Telkomsel pada kuartal III/2020 tercatat mengantongi pendapatan senilai Rp21,12 triliun dengan jumlah pelanggan sekitar 170 juta.

Sebelumnya, dikabarkan dari investasi Gojek akan mendapatkan keuntungan dari banyaknya pelanggan Telkomsel dan Telkomsel dapat memanfaatkan ekosistem gojek jika kesepakatan terwujud.

Sementara itu dikutip dari laporan informasi atau Fakta Material Keterbukaan Informasi atas Investasi PT Telekomunikasi Selular di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, disebutkan bahwa investasi yang digelontorkan bertujuan untuk mendukung Telkomsel menjadi operator yang tidak hanya memberikan layanan konektivitas, tetapi juga layanan digital yang andal.

"Telkom percaya kolaborasi ini dapat memberikan layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan," seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi Telkom, Selasa (17/11/2020).

Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi mengatakan, dengan berinvestasi ke Gojek, Telkomsel berpeluang memperluas layanan dan mengembangkan ekonomi baru.

Terlebih, mereka memiliki basis pelanggan terbesar dengan infrastruktur telekomunikasi yang paling matang dibandingkan dengan operator seluler lainnya.

Hanya saja, Telkomsel tidak memiliki aplikasi atau perangkat lunak yang andal, yang dapat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang telah terbangun.

Telkomsel akan memakan waktu lama seandainya harus mengembangkan aplikasi dari awal. Cara yang tercepat dan terbaik adalah dengan berinvestasi ke Gojek.

"Telkomsel sudah memiliki infrastruktur sudah saatnya beralih ke aplikasi," kata Kartika.

Dia juga berpendapat dengan berinvestasi di Gojek, Telkomsel dan induknya Telkom, juga dapat mewujudkan ambisi Menteri BUMN Erick Tohir, yang ingin Telkom memperoleh sumber pendapatan baru di luar bisnis telekomunikasi. kbc10

Bagikan artikel ini: