Eksekusi program food estate dipertanyakan

Selasa, 17 November 2020 | 18:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Komisi Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menilai target Kementerian Pertanian mencetak 30.000 hektare (ha) lahan baru di Kalimantan Tengah untuk ketahanan pangan (food estate) sulit direalisasikan.

Ketua Komisi IV DPR Sudin menilai target Kementan terlalu tinggi untuk dapat menyelesaikan sisa lahan yang belum digarap. Dari target 30.000 ha, masih ada 10.000 ha belum digarap. Sedangkan Kementerian Pertanian (Kementan) menjanjikan sisanya bisa diselesaikan akhir November atau kurang dari dua pekan lagi.

"Saya gak yakin 10.000 ha selesai akhir November. Apa mungkin itu? Kalau saya pribadi mohon maaf itu tidak masuk akal," kata Sudin dalam rapat dengan Kementan di gedung DPR RI, Selasa (17/11/2020).

Sudin juga mengkritisi, target penggarapan lahan bukan perkara pembersihan lahan disertai kelengkapan sumber air berupa pembangunan irigasinya. "Gini deh, kami juga punya (kebun) itu selesai 4 bulan untuk (10.000 ha) aja udah mending," terang dia.

Pernyataan ini juga dikritisi, juga Wakil Ketua Komisi IV Budisatrio Djiwandono. Ia mengatakan target penyelesaian penggarapan lahan food estate tidak masuk akal.

"Bapak dengan gampang bilang beres 10.000 ha di akhir November 2020 saya garuk-garuk kepala. Kita kerja 3.000-4.000 ha ini kerja rodi ini? Jangan dengan gampangnya bilang 10.000 ha dalam 13 hari ini (selesai) haduh bingung. Khawatir program food estate ini bisa gagal," terang dia.

Program food estate merupakan inisiasi Presiden Jokowi untuk menciptakan cadangan logistik nasional. Ia menugasi bekas rivalnya, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto bertanggung jawab merealisasikan program pemerintah. Namun belakangan Prabowo mengklaim hanya fokus penanaman singkong dalam food estate.

Sekjen Kementan Momon Rusmono menjelaskan capaian food estate hingga saat ini sudah sekitar 19.000 ha sekitar 63 % tergarap. "Kemudian sisanya sekitar 10.000 ha ditarget selesai pada akhir November 2020," katanya.

Dalam penggarapan lahan, Momon menjelaskan, dari total 19.000 ha lahan yang sudah selesai digarap ada 5.000 ha yang sudah ditanami padi. Adapun untuk penyaluran sarana produksi, benih yang telah disalurkan telah mencapai untuk 24.195 ha, dolomit untuk 25.500 ha, pupuk NPK 7.000 ha, serta sisanya pupuk hayati, herbisida dan urea yang terus disalurkan.kbc11

Bagikan artikel ini: