Nilai tambah pertanian, Kadin usung konsep 'Inclusive Closed Loop'

Rabu, 18 November 2020 | 21:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah membuktikan sektor pangan mampu tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Karena itu dunia usaha pun menilai peningkatan produktivitas pangan menjadi cara untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Kadin meminta semua pemangku kepentingan harus mengembangkan strategi yang mantap dan mendorong kesepakatan bersama untuk memajukan sektor pangan termasuk pada masa pascapandemi Covid-19. "Kadin ingin mengajukan konsep inclusive closed loop yang telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kelapa sawit dan cabai. Kadin berharap agar konsep ini dapat diterapkan untuk komoditas pangan lainnya," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Kelima secara virtual di Jakarta, Rabu (18 /11/2020).

Inclusive closed loop merupakan skema yang menghubungkan petani dengan pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan, dan ritel. Skema ini mensinergikan seluruh mata rantai pertanian untuk menciptakan efisiensi di sektor pangan.

"Salah satu faktor yang dapat diandalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik dalam situasi pandemi sekarang ini adalah meningkatkan pertumbuhan sektor pangan yang sangat strategis. Karena pembangunan ekonomi akan berkelanjutan apabila didukung oleh ketersediaan pangan," kata Rosan.

Rosan menjelaskan pada kuartal kedua dan ketiga 2020, subsektor tanaman pangan tumbuh masing-masing sebesar 9,32% dan 7,14%. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi selama tiga tahun terakhir. Secara keseluruhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada kuartal kedua dan ketiga 2020 tetap tumbuh positif di tengah pandemi covid-19 masing-masing sebesar 2,19% dan 2,18%.

Raihan positif tersebut ditopang pertumbuhan di sektor pertanian. Sedangkan subsektor perkebunan seperti sawit, tanaman kopi, cokelat, kelapa, kakao, dan produk turunannya juga mengalami pertumbuhan positif meskipun kecil. Ia mengharapkan di kuartal IV-2020 subsektor tersebut dapat meningkat signifikan.

"Jika sektor agroindustri tanaman pangan termasuk peternakan dan perikanan dapat dikelola secara terintegrasi mulai dari hulu on farm sampai hilir, maka akan dapat memberikan sumbangan kepada pembangunan ekonomi nasional. Terutama dalam penyediaan pangan," tegasnya.

Sebagai negara agraris dan negara maritim, sektor pertanian dalam arti luas termasuk pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan, merupakan sumber pendapatan sekaligus sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Dalam hal ini peran sektor pertanian sebagai lapangan kerja masih tetap dominan.

Mencermati tingginya permintaan di sektor pangan di dalam dan di luar negeri, sektor ini punya potensi besar untuk bertumbuh. Karena itu pertumbuhan sektor ini perlu diberikan prioritas di masa mendatang karena sektor ini dapat diandalkan untuk mengurangi jumlah pengangguran terbuka, menyejahterakan masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan.

Selain itu, sambung Rosan sektor ini juga merupakan leading sector yang memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkesinambungan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mewujudkan kesejahteraan manusia dan planet bumi. Dalam kaitan itu, program pertanian berkelanjutan sebagai sebuah sistem pembangunan yang terintegrasi seyogianya dijadikan pedoman dalam pembangunan pertanian di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis , Pangan dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja menilai upaya peningkatan produktivitas petani swadaya sekaligus meraih ketahanan pangan tidak pernah mudah. "Kita masih sering dihadapkan persoalaan ketersediaan lahan, benih unggul, pupuk, pembiayaan n irigasi dan pemasaran," terangnya

Namun Franky mengaku optimis, kendala tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan pola kemitraan yang dilandasi prinsip saling menguntungkan dengan semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok terintegrasi. Menurut Franky, konsep inclusive closed loop menawarkan sebuah kemitraan yang saling menguntungkan dari hulu-hilir sehingga keberlanjutan produksi terjaga dan petani sejahtera.

Menurutnya, konsep ini terdapat empat komponen utama yakni petani mendapat akses membeli bibit dan pupuk tersertifikasi. Selain itu pendampingan kepada petani untuk menerapkan good practise agriculture , kemudahan akses kredit dari lembaga keuangan dan jaminan pembelian hasil pertanian.

Kesempatan sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung penuh langkah Kadin mendorong produktivitas pertanian dengan cara-cara baru yang lebih inovatif dan efisien. Selain mampu meningkatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, cara-cara baru ini juga bisa memperbaiki daya dukung lingkungan dan mensejahterakan para petani.

"Kita harus melompat dengan cara-cara baru dengan skala produksi yang lebih besar, dengan peran sentral korporasi petani, mengedepankan nilai tambah di tahap on farm maupun off farm, dan berbasis teknologi modern yang efisien dan lebih produktif, serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik pada para petani dan sektor-sektor pendukungnya," ujar Presiden.

Jokowi berharap para pengusaha yang tergabung di Kadin menjadi bagian dalam cara-cara baru ini. "Inisiatif Kadin berupa skema inclusive closed loop perlu untuk terus dikembangkan, terutama dalam mengembangkan kemitraan antarpemangku kepentingan yang saling menguntungkan, dari hulu sampai di hilir," pungkas Jokowi.kbc11

Bagikan artikel ini: