Pemda diamanati Jokowi serap produk UMKM, Kadin Jatim siap lakukan pendampingan

Kamis, 19 November 2020 | 22:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnia.com: Komitmen pemerintah Joko Widodo untuk menggerakkan kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (UMKM) melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia diwujudkan melalui amanat kepada seluruh  Kepala Daerah agar mengutamakan produk lokal dalam belanja pemerintah. 

Untuk itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Industri (Kadin) Jawa Timur menyatakan siap dan akan terus melakukan pendampingan UMKM agar mereka bisa mengakses peluang tersebut.

Adik menegaskan bahwa sejauh ini Kadin Jatim  telah melakukan pendampingan UMKM bekerjasama dengan  PUM Netherlan Senior Expert, IHK Trier Jerman dan sejumlah Perguruan Tinggi di Jatim. 

"Kami juga telah melakukan pendampingan UMKM di sektor pengolahan hasil pertanian bersama lembaga nirlaba asal Belanda, PUM Netherland Senior Expert. Dan kami akan terus melakukan pendampingan tersebut. Upaya lain untuk peningkatan kinerja UMKM adalah dengan menfasilitasi mereka dalam pameran INAPRO 2020. Selain bisa memamerkan dan menjual produk, mereka juga bisa menimba ilmu dari sejumlah pembicara yang kami hadirkan," tegasnya saat menghadiri pembukaan pameran INAPRO 2020 di Grand City Surabaya, Kamis (19/11/2020).

Hal tersebut ditegaskan Adik menanggapi keinginan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar seluruh stake holder di Jatim, mulai dari Kadin Jatim, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan untuk bersama-sama melakukan pendampingan   UMKM.

Pada kesempatan tersebut Khofifah mengatakan bahwa dalam Rapat Anggaran yang digelar beberapa waktu yang lalu, presiden telah mengamanatkan kepada seluruh kepala daerah untuk belanja daerah sebesar Rp 2,5 miliar  kebawah diwajibkan menyerap produk usaha mikro. Dan belanja diatas Rp 2,5 miliar,  presiden telah memberikan mandat kepada Tim Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP), baik pusat maupun daerah untuk menyerap produk usaha kecil dan menengah. 

"Ini yang menjadi PR kita bersama adalah bagaimana menjadikan fitur dan aplikasi yang telah dikembangkan tersebut mudah ditemukenali dan diakses oleh pengusaha mikro kecil dan menengah," tegas Khofifah.

Untuk penguatan UMKM, mantan Menteri Sosial tersebut meminta kepada seluruh pihak, khususnya Kadin Jatim untuk bersama-sama ikut melakukan pendampingan dan peningkatan UMKM di Jawa Timur. Hal ini penting dilakukan agar produk UMKM bisa mengakses dan bisa masuk dalam belanja barang dan belanja jasa pemerintah daerah. 

"Ini yang harus disiapkan. Format apa saja, sosialisasinya harus komprehensif dan proses pendampingannya bagaimana. Dan bagaimana mendapatkan legalitasnya. Kepada seluruh stakeholder, Kadin Jatim, Bank Indonesia OJK, semuanya masuk dan bersama-sama melakukan pendampingan kepada UMKM. Semua akan seirama dengan keinginan pemerintah terkait belanja dalam negeri agar produk UMKM bisa terserap," ujarnya. 

Disisi lain, Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto yang hadir secara virtual di pameran tersebut mengatakan bahwa Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap kinerja ekspor nasional. Untuk itu, pameran INAPRO 2020 yang digelar Kadin Jatim tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih terhadap peningkatan ekspor Jatim dan Indonesia.

"Penyebaran covid-19 telah memberikan dampak terhadap kinerja ekonomi dan perdagangan Indonesia. Perdagangan sempat terhenti beberapa saat dan terjadinya pembatasan arus barang," ujarnya.

Namun ditengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global akibat pandemi, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar US$ 17,08 miliar. Hanya saja ekspor turun 5,2 persen jadi US$ 131,54 miliar dari US$ 139,3 miliar di periode yang sama dibanding tahun sebelumnya. 

Komoditas yang berkontribusi besar terhadap ekspor non migas Indonesia adalah komoditas lemak dan minyak nabati sebesar 12,6 persen, bahan bakar mineral 11,23 persen, logam mulia perhiasan 6,04 persen, mesin dan perlengkapan 5,91 persen dan alas kaki 3,13 persen. Sementara negara tujuan  ekspor utama tiongkok sebesar 18,64 persen, Amerika serikat 12,12 persen, Jepang 8,36 persen dan India 6,41 persen.

"Jatim sebagai pusat perdagangan dan logistik nasional kawasan Indonesia timur memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Memberikan sumbangan besar terhadap kinerja ekspor nasional. Untuk itu, kami berharap pameran yang digelar Kadin Jatim ini akan mampu mengerek kinerja ekspor," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: