Melalui program ini, Intiland dekati kaum milenial sosialisasikan investasi properti

Kamis, 19 November 2020 | 23:23 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) meluncurkan Intiland Youth Panel dan I AM Community sebagai salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan untuk anak-anak muda atau kelompok generasi milenial.

Melalui program Intiland Youth Panel, perseroan mengambil inisiatif untuk menyosialisasikan sektor properti dan menyelenggarakan beragam aktivitas edukasi properti kepada anak-anak muda sejak dini.

Corporate Secretary Intiland, Theresia Rustandi menjelaskan, pembentukan program Intiland Youth Panel menjadi salah satu wujud tanggung jawab perseroan sebagai developer properti. Pengenalan industri dan investasi properti kepada anak-anak muda menjadi langkah strategis dalam rangka membangun industri secara berkelanjutan dan selaras dengan visi perusahaan untuk memberikan peluang kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang nyaman.

Menurutnya, industri properti merupakan salah satu industri strategis dan penggerak utama perekenonomian nasional. Sektor properti selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena terdapat 175 industri ikutan, 350 Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja.

"Sebagai industri strategis, keberlanjutan industri menjadi fokus penting bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Intiland sebagai developer. Bagaimana memastikan anak-anak muda dan kelompok milenial ini paham tentang properti, mengerti investasi properti dan mampu berinvestasi atau membeli produk properti adalah sebuah langkah penting, karena mereka adalah konsumen masa depan," kata Theresia dalam press conference virtual, Kamis (19/11/2020).

Pembentukan program Intiland Youth Panel dan I AM Community juga berangkat dari keprihatinan terhadap persepsi umum di kelompok milenial bahwa properti bukan prioritas penting. Mereka merasa hal-hal lain seperti gaya hidup, liburan, hobi, gawai, atau produk bermerek, sebagai faktor yang lebih penting. Kurangnya pengenalan tentang industri dan investasi ini melahirkan pandangan bahwa properti bukan prioritas dan dirasakan sebagai sesuatu hal yang tidak terjangkau.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jangkauan, maka pelaksanaan program Intiland Youth Panel dilakukan melalui kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai lembaga dan komunitas yang memiliki tujuan sama. Program ini juga melahirkan komunitas anak muda, salah satunya adalah pembentukan IAM Community. Selain itu perseroan juga berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap program vokasi dan kemahasiswaan UI untuk mengerjakan studi kelayakan pada salah satu proyek Perseroan.

"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak muda untuk berkiprah dan belajar mengenai industri properti melalui I AM Community," ujarnya.

Selain untuk pengembangan diri, I AM Community juga memiliki tujuan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya investasi sejak dini, khususnya di sektor properti. Menggunakan metode pendekatan yang bersifat fun dan edukatif, I AM Community mendayagunakan secara optimal melalui berbagai aplikasi media sosial seperti Instagram, Tik Tok, Podcast, LinkedIn, dan Website. Selain itu, beragam kegiatan training, sharing, talkshow, maupun diskusi interaktif melalui webinar, chatminar,atau pertemuan tatap muka sebelum masa pandemi Covid-19.

Monica menjelaskan, selama ini I AM Community aktif dalam menyelenggarakan beragam kegiatan dan aktivitas yang diikuti oleh para anggotanya maupun masyarakat luas. Salah satu program utamanya adalah "Wake Up Project" yang banyak diikuti oleh generasi milenial.

Program ini memiliki serangkaian aktivitas seperti serial acara talkshow dan seminar dengan menghadirkan para pakar dan ahli di sejumlah bidang. I AM Community juga menggagas praktik patungan properti dengan modal yang minim bersama Estator serta berencana menyelenggarakan kompetisi keliling negara ASEAN secara gratis jika pandemi telah usai.

Theresia Rustandi yang juga selaku Board of Patron I AM Community menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas komitmen I AM Community dalam pengembangan potensi anak-anak muda di Indonesia agar lebih paham mengenai industri properti, baik dari sisi investasi properti maupun dari sisi pengetahuan seputar ilmu dasar properti yang diberikan pada setiap kegiatan.

"Kami bangga bisa turut memberikan kontribusi nyata untuk pengembangan anak-anak muda di Indonesia. Melalui I AM Community, kami ingin membangun kesadaran anak-anak muda terhadap pentingnya investasi, mengatur keuangan, dan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik," ungkap Theresia.

Komunitas ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang potensial, bertalenta, dan memahami serta dapat menjadi investor handal atau bahkan menjadi pebisnis properti yang tangguh.

"I AM Community juga akan menjadi talent pool management bagi industri terhadap kebutuhan calon-calon profesional muda yang berprestasi dan memahami industri properti," ujarnya Theresia.

Board of Patron I AM Community beranggotakan sejumlah tokoh dan pelaku industri properti nasional.

Anggota Board of Patron meliputi Hendro S. Gondokusumo selaku Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Properti, Theresia Rustandi selaku Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia, Darmadi Darmawangsa selaku Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia periode 2009-2015 dan Eddy Hussy selaku Ketua Umum Real Estate Indonesia periode 2013-2016. kbc7

Bagikan artikel ini: