Bantu UMKM di Jatim, CEO Indonesia gandeng Kadin Institute

Minggu, 22 November 2020 | 09:29 WIB ET
Dari kiri; Ang Herman (Penasehat CEO Indonesia Jatim), Trisya Suherman (Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia), Paulus Imanuel Nugroho (Penasehat CEO Indonesia), dan Ferry Sangeroki (Ketua CEO Indonesia chapter Jatim).
Dari kiri; Ang Herman (Penasehat CEO Indonesia Jatim), Trisya Suherman (Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia), Paulus Imanuel Nugroho (Penasehat CEO Indonesia), dan Ferry Sangeroki (Ketua CEO Indonesia chapter Jatim).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) serta perusahaan rintisan atau startup dinilai mampu menjadi penggerak perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. Namun demikian, keberadaan UMKM dan startup perlu dukungan banyak pihak, baik pemerintah, lembaga keuangan atau financial, maupun stake holder.

Menyadari hal ini, sekumpulan pelaku bisnis di Tanah AIr yang tergabung dalam CEO Indonesia gencar melakukan beragam misi untuk mendukung program pemerintah, salah satunya pemberdayaan UMKM.

Kali ini, CEO Indonesia Chapter Jatim melakukan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur melalui Kadin Institute untuk pembinaan dan pengembangan UMKM. Penandatanganan kerja sama dilakukan di sela acara Gala Dinner CEO Indonesia di Hotel Royal Tulip Darmo, Surabaya, Sabtu (21/11/2020) malam.

Ketua CEO Indonesia Chapter Jatim, Ferry A. Sangeroki mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memulihkan kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19, salah satunya melalui pembinaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM.

Dengan kerja sama yang dilakukan dengan Kadin Institute, CEO Indonesia akan melakukan pembinaan atau pelatihan terhadap pelaku UMKM di Jawa Timur.

"Kami sering jatuh bangun dalam mengelola bisnis. Namanya pengusaha ya harus terus berusaha. Dari pengalaman tersebut kami siap membina UMKM untuk bangkit di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membagikan 'knowledge' selain membantu dalam hal akses pembiayaan," katanya pada press conference kegiatan Family Gathering dan Donor Darah oleh CEO Indonesia Chapter Jatim, di Hotel Royal Tulip Darmo, Surabaya, Sabtu (21/11/2020).

Dikatakan Ferry, para pengusaha selama ini telah berpengalaman dalam mengajukan pinjaman bank dengan jumlah nominal yang banyak. "Pelaku UMKM biasanya terkendala jika ingin mengajukan pinjaman ke bank untuk modal usahanya. Maka akan kami bantu," ujarnya.

Selain itu, dia bilang, para pengusaha yang tergabung dalam CEO Indonesia telah berpengalaman dalam melakukan ekspor. "Kami juga akan bantu mengekspor produk-produk UMKM. Seperti masker yang kami pakai sekarang ini kan juga dari produk UMKM. Kami siap membantu memasarkannya ke luar negeri," katanya.

Tak hanya UMKM, pihaknya juga bakal mendorong munculnya startup-startup lokal, mengingat kaum milenial sangat kaya ide dan kreativitas.

"Banyak startup bermunculan dan kami tidak mau usaha mereka terhenti di tengah jalan. Maka kami yang memiliki banyak pengalaman akan membimbingnya agar usahanya terus berkembang. Kami ingin banyak unicorn bermunculan," ucapnya.

“Ini saatnya bagi kami berbuat sesuatu bagi bangsa ini. Bagi Indonesia, for a better Indonesia. Untuk bersama-sama berbuat bagi Indonesia yang lebih baik," imbuh Ferry.

Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman SE, mengatakan, CEO Indonesia beranggotakan lebih dari 1000 pengusaha atau CEO perusahaan di Tanah Air. Tak hanya itu, sejumlah menteri, duta besar dan pengacara kondang ikut aktif di CEO Indonesia. Bahkan CEO Indonesia sudah merambah ke berbagai negara, seperti chapter Australia, Malaysia, Singapore dan Vietnam.

"Semua anggota CEO Indonesia memiliki visi yang sama yakni menunjang program-program pemerintah dalam mengemban 'for a better Indonesia' melalui spirit 'togetherness' yang tanpa kenal pamrih dan asa. Kami fokus akan pendidikan, kesehatan dan peduli wong cilik," jelasnya.

Selain pengembangan UMKM, dalam bidang pendidikan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), yang akan melakukan pendampingan dengan perguruan tinggi untuk menciptakan munculnya CEO-CEO muda. "Sehingga, diharapkan ke depannya, tercipta lapangan kerja dan dapat mengurangi pengangguran dan tingkat kemiskinan," ujar Presdir PT LNC serta bos Bambu Spa tersebut.

Sementara itu terkait kepedulian CEO Indonesia dalam membantu penanganan Covid-19, Trisya menambahkan, selama ini pihaknya telah aktif melakukan beragam kegiatan sosial, seperti pembagian bilik disinfekan, tempat cuci tangan, respitator ke BPPB, bagi-bagi sembako kepada warga kurang mampu, hingga bagi-bagi masker kesehatan dan N95 secara rutin hingga saat ini.

"Bahkan pada rangkaian acara kami di Jawa Timur ini, CEO Indonesia mengadakan kegiatan donor darah untuk memenuhi kekurangan stok darah saat masa Covid-19 ini bersama PMI Surabaya," pungkasnya. 

Sementara itu pada gelaran Gala Dinner CEO Indonesia chapter Jawa Timur tersebut, juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak Elestianto bersama istri, Arumi Bachsin, Pendiri Rumah Perubahan Prof Rhenald Kazali, CEO Tan Corp Hermanto Tanoko, Kartini masa kini Dewi Motik, dan sejumlah pengusaha dan sosialista top di Jawa Timur. kbc7

Bagikan artikel ini: