Menaker sebut jumlah pengangguran bisa capai 13 juta orang akibat pandemi

Senin, 23 November 2020 | 09:12 WIB ET
Menaker Ida Fauziyah
Menaker Ida Fauziyah

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, tantangan ketenagakerhaan meningkat akibat pandemi Covid-19. Hal ini kian menambah pekerjaan rumah bagi pemerintah, mengingat sebelumnya pasar lapangan kerja di Indonesia dihadapkan pada disrupsi yang disebabkan oleh otomasi di industri.

Menaker mengatakan, akibat pandemi, total angka pengangguran diproyeksi bisa mencapai 12 juta hingga 13 juta orang.

"Memang kita punya tantangan, yaitu otomasi, yang menyebabkan banyak pekerjaan hilang, dan banyak pekerjaan baru tumbuh, sehingga kita harus melakukan transofrmasi dengan mengisi pekerjaan baru itu. Butuh upskilling atau reskilling itu yang sedang dilakukan pemerintah," ujar Ida akhir pekan lalu.

"Angka pengangguran total karena pandemi itu bisa mencapai 12 juta sampai 13 juta orang," jelas dia.

Ida mengatakan, untuk itulah pemerintah menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Harapannya dengan UU Cipta Kerja tidak hanya mengundang investasi baik dari dalam dan luar negeri, namun juga peningkatan kualitas tenaga kerja di Indonesia.

"Kalau SDM tidak disiapkan itu tidak mengatasi masalah. Selain iklim usaha yang kondusif, tenaga kerja juga harus dibangun. Pemerintah secara paralel melakukan itu, salah satunya dengan pelatihan vokasi yang dilakukan secara masif," ujar dia.

Berdasarkan data BPS terakhir, hingga Agustus 2020 ada 138 juta angkaran kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128 juta penduduk bekerja dan sebanyak 9,7 juta sisanya merupakan pengangguran.

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pun menjadi 7,07 persen per Agustus 2020. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ida mengklaim pemerintah telah melakukan upaya serius untuk menekan angka pengangguran dalam lima tahun terakhir.

Meski kemudian upaya tersebut harus menghadapi tantangan akibat Covid019. "Jadi jelas bahwa adanya pandemi ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor ketenagkeajeraan di Indonesia, selain dari tatangan yang masih tetap adam yakni 57 persen lebih penduduk yang bekerja memiliki pendidikan rendah, yakni SMP ke bawah dan skill terbatas, serta masih tingginya persentase pekerja yang ada di sektor informal," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: