Kementan rintis pilot project bank pakan terdigitalisasi

Selasa, 24 November 2020 | 14:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendukung swasembada protein hewani dan meningkatkan kualitas dan produksi ternak dengan merintis pengembangan Bank Pakan. Hal ini juga sesuai dengan kerangka kebijakan pembangunan pertanian utamanya sub sektor peternakan yang berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak.

Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah menuturkan kebutuhan konsumsi protein asal ternak diprediksi meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Maka, adanya Bank Pakan dapat meniadi salah satu solusi untuk tetap mendukung swasembada protein hewani.

"Hampir 70 persen kesukseskan program peternakan tergantung kesiapan atau ketersediaan pakannya. Oleh karena itu inovasi Bank Pakan dibangun untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun," ujar Nasrullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/11/2020).

Dia menambahkan, program ini juga harus menjadi gerakan massif bagi para petani dan peternak di tengah masyarakat. Lantaran, menurut dia Bank Pakan ini dapat menjadi solusi karena merupakan komoditas baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyrakat petani dan peternak.

Lebih lanjut disampaikan dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian utamanya sub sektor peternakan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak. "Tapi, harus diikuti oleh peningkatan populasi ternak dan peningkatan produksi pakan dalam memenuhi kebutuhan ternak. Maka itulah fungsi Bank Pakan," ujar Nasrullah.

Dia menjelaskan, seiring dengan upaya peningkatan produksi dan penyediaan pakan secara berkelanjutan, maka memang perlu dibentuk dan dikembangkan kelembagaan atau unit usaha pakan yang mendukung penyediaan secara mandiri, terjangkau, bermutu dan berkelanjutan serta dapat dikelola menjadi komoditi usaha baru bagi peternak berupa Bank Pakan.

Nasrullah mengungkapkan, Ditjen PKH Kementan juga telah memfasilitasi bantuan sarana dan prasarana pengolahan pakan melalui kegiatan Pilot Project Bank Pakan Tahun 2020. Adapun lokasinya yaitu di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB dan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Terkait manajemen usaha Bank Pakan, Nasrullah menyebut pihaknya juga sudah membangun sistem aplikasi Bank Pakan Online. Hal ini untuk memudahkan Bank Pakan melakukan pelaporan produksi, distribusi dan harga pakan secara online serta menjadikannya sebagai database online.

"Dengan adanya database online Bank Pakan, diharapkan kinerja Bank Pakan dapat dimonitor secara realtime dan dievaluasi baik oleh Bank Pakan itu sendiri maupun Dinas Kabupaten, Kota, Provinsi dan Pusat," jelas Nasrullah.

Sementara itu, Direktur Pakan Makmun bersama Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru saja meluncurkan Bank Pakan di Kelompok Tani Ternak Bumbang Wetan di Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB pada hari Senin 23 November 2020.Ia menyampaikan Desa Mertak ini merupakan desa yang kaya akan sumber pakan.Karena itu, desa ini menjadi salah satu lokasi Pilot Project Pengembangan Bank Pakan di Indonesia.

"Bank Pakan ini nantinya berperan dalam mengelola pakan dari bahan pakan segar menjadi pakan olahan yang salah satunya adalah pakan fermentasi atau pakan awetan seperti silase untuk ternak ruminansia yang dapat tahan selama 1 sampai 2 tahun," ungkap Makmun.

Dia menambahkan, Bank Pakan ini juga akan diarahkan menjadi pusat pengolahan pakan. Harapannya, ke depan dapat membuat green concentrate yang bahan bakunya berasal dari tanaman hijauan pakan antara lain Indigofera dan Lamtoro Taramba yang dapat ditanam sendiri oleh peternak.

Di Desa Mertak sendiri terdapat kurang lebih 50 hektare area lahan kebun rumput milik kelompok yang sudah dimanfaatkan, sementara 20 hektar lainnya telah ditanami Lamtoro Taramba. Selain itu masih banyak lahan hijauan pakan ternak milik perorangan yang dapat dimanfaatkan untuk memasok bahan pakan ternak untuk Bank Pakan ini.

Lebih lanjut Makmun menilai pada masa pandemi Covid-19 ini yang bisa tetap tumbuh dan berjalan menghidupi ekonomi, salah satunya yaitu sektor pertanian. Untuk itu, menurutnya sektor pertanian patut berbangga bisa menjadi penopang ekonomi negara.

Budget yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk Pilot Project ini sebesar Rp 877 juta. Sementara potensi produksi konsentrat yang dihasilkan di unit pengolahan pakan, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 45 ton/bulan.

Namun melihat potensi rumput di NTB sebagai basis silase maka kapasitas produksi masih besar peluangnya ditingkatkan hingga 150 ton/bulan atau 5 ton/hari apabila sarana gudang juga diperluas.Sementara di Lampung Selatan sebesar 17 ton.Apabila Pilot Project ini berhasil, maka diharapkan Bank Pakan dapat dibangun diseluruh provinsi di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL juga menyambut baik adanya inovasi Bank Pakan ini. Lantaran, inovasi ini juga sesuai program dan arahan Mentan untuk selalu menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja pertanian negara.

"Dalam menghadapi krisis yang ada, pertanian menjadi pilihan untuk bisa survive. Oleh karena itu, mari kita menggalakkan inovasi di pertanian karena sehebat apapun capaian yang diraih, tak akan mampu berbuat lebih maju ke depan tanpa adanya teknologi," tutur Menteri SYL. kbc11

Bagikan artikel ini: