Sri Mulyani sebut ekonomi RI terbaik kedua setelah China

Rabu, 25 November 2020 | 08:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekonomi dunia termasuk Indonesia telah mengalami kontraksi akibat dampak pandemi Covid-19. Namun demikian, pemerintah mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai membaik. Bahkan, dibandingkan negara G-20, tekanan ekonomi Indonesia masih cukup baik.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, kondisi anggota G20 yang merupakan 20 negara dengan perekonomian terbesar dunia memang masih mengalami kontraksi.

"Pertemuan kedua di level pimpinan. Kondisi G20 yang merupakan 20 ekonomi terbesar dunia maka kita lihat, pertumbuhan 2021 mengalami kontraksi. Indonesia itu nomor 2 paling baik dari sisi kontraksinya. Pertama China yang tidak alami kontraksi kemungkinan tahun ini 1,9%. Untuk Indonesia kontraksi 1,5%. negara G20 lain kontraksi sangat dalam," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (24/11/2020).

Kata dia, ekonomi Indonesia kan alami rebound di 2021. Apalagi, berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), pemulihan ekonomi Indonesia akan lebih cepat dengan China pada tahun 2021. "Indonesia dan China masih merupakan negara reboundnya tinggi," bebernya.

Dia menambahkan kebijakan fiskal dan moneter membantu ekonomi dan action plan memulihkan ekonomi negara G20 dan kebijakan struktural untuk memperkuat ekonomi.

"Ini sesuai dengan Indonesia yang sudah melakukan omnibus law di bidang perpajakan maupun reform APBN dari sisi pajak, belanja, bidang sektoral seperti bidang pendidikan dan kesehatan," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: