Berdayakan UMKM saat pandemi, Kemendag lanjutkan MoU dengan perhotelan dan perbankan

Rabu, 25 November 2020 | 18:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan kembali menegaskan komitmennya mendukung program peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diimplementasikan Kemendag dengan terus menjalin kerja sama dengan grup perhotelan PT. AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama "Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan".

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag Ida Rustini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan, Vice President Accor Adi Satria, dan Pimpinan PT BNI Wilayah Surabaya Muhamad Gunawan Putra.

Dilanjutkan penandatanganan kontrak penyediaan kebutuhan hotel antara Accor dengan UMKM, penyerahan secara simbolis kredit bagi UMKM, dan penyerahan bantuan alat produksi bagi UMKM. Penandatanganan dan penyerahan bantuan berlangsung di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Rabu (25/11/2020), dengan disaksikan Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ardo Sahak.

Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 15 Oktober 2020 di Semarang, yang kemudian pada saat bersamaan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penandatanganan kerja sama juga telah dilakukan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Oktober 2020.

"Kerja sama yang dijalin Kemendag dengan sektor perhotelan dan perbankan ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo. Aspek yang perlu dikedepankan yaitu kolaborasi dan sinergi, kreativitas, inovasi, dan kecepatan, serta beradaptasi dengan cara baru, sebagai kunci mutlak yang diperlukan di era digital untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usahanya," ujar Suhanto.

Penandatanganan perjanjian kerja sama di Provinsi Jawa Timur ini dilakukan guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Jawa Timur.

Suhanto menjelaskan, poin penting perjanjian kerja sama ini adalah, pertama, mencakup koordinasi antarpihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM. Kedua, kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait. Ketiga, fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

"Permasalahan yang sering dijumpai UMKM ialah pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar. Untuk itu, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM dengan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM," ujar Suhanto.

Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan, South Korea, Garth Simmons di tempat terpisah menyampaikan bahwa kelanjutan kolaborasi antara Accor dan Kemendag di Surabaya merupakan bentuk komitmennya sebagai pelaku industri perhotelan yang senantiasa mendukung dan menyambut baik program pemerintah khususnya dalam sektor perdagangan.

"Kami berharap dapat berperan aktif dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan melakukan kurasi produk yang akan dimanfaatkan untuk hotel-hotel kami khususnya di Jawa Timur. Guna memprioritaskan keamanan dan kenyamanan saat tamu berada di lingkungan hotel, ALLSAFE yaitu label kebersihan dan higienitas global Accor diterapkan secara konsisten," kata Garth Simmons.

Suhanto menambahkan, langkah yang telah diambil PT AAPC Indonesia dengan seluruh jaringan perhotelannya, dapat menjadi inspirasi bagi hotel-hotel lainnya di seluruh Indonesia dalam mendukung program ‘Bangga Buatan Indonesia’, dengan membeli kebutuhan hotelnya dari para pelaku UMKM. Demikian pula dengan Bank BNI yang dapat memperluas pemberian bantuan permodalan kepada UMKM di wilayah lainnya di Indonesia.kbc6

Bagikan artikel ini: