4 Pilar kebangsaan jadi rujukan nilai SDM unggul berkarakter

Kamis, 26 November 2020 | 09:25 WIB ET

PROBOLINGGO - Anggota MPR RI Mufti Anam menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai luhur yang ada dalam 4 Pilar kebangsaan untuk membentuk sumberdaya manusia (SDM) yang maju, unggul, dan berkarakter. Hal itu disampaikan Mufti Anam ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar di Probolinggo, Jawa Timur, Senin (23/11/2020).

“Negara ini, daerah ini, membutuhkan sumberdaya manusia yang unggul. Ini bukan pekerjaan mudah, bukan pekerjaan jangka panjang, melainkan kerja-kerja yang terus berkelanjutan,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

“Di antara yang menjadi rujukan bagaimana SDM itu unggul dan berkarakter adalah nilai-nilai yang ada dalam 4 pilar kebangsaan yang dimiliki oleh Indonesia,” imbuh Mufti.

Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

Mufti Anam yang juga ketua HIPMI Jatim itu memaparkan, empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia mencontohkan, nilai-nilai berkarakter yang bisa merujuk pada apa yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan. Di Pancasila, misalnya, ada nilai-nilai tentang ketuhanan, toleran, selalu mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi, dan menjadikan musyawarah sebagai solusi perbedaan pendapat.

“Di dalam intisari Pancasila juga ada nilai gotong royong. Kalau seluruh warga memiliki nilai ini, maka berbagai persoalan bangsa InsyaAllah bisa kita hadapi dan lalui,” jelas Mufti.

Selain itu, Mufti menambahkan, nilai-nilai unggul untuk pengembangan SDM yang mewujud di antaranya lewat penguasaan sains juga wajib diserap oleh generasi muda.

Bagikan artikel ini: