Apes! 2,1 Juta orang korban PHK tak jadi nikmati kartu Prakerja

Kamis, 26 November 2020 | 12:00 WIB ET
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Ketenagakerjaan mencatat banyak pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak lolos dari program kartu prakerja. Sebab masih ada sebanyak 2,1 juta korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tidak lolos sebagai peserta program kartu prakerja.

"Kami sangat sayangkan keputusan PMO. Data pekerja terdampak 2,1 juta dan diperintahkan presiden langsung, dapat karpet merah seharusnya, ternyata hanya sebagian kecil yang diterima," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam video virtual, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, dari 2,1 juta orang yang diprioritaskan itu disisir kembali hingga mendapat 555.540 orang yang masuk daftar whitelist. Sebanyak 25 ribu orang merupakan data usulan dari DPR RI, 20.700 usulan NU, 9.000 usulan Muhammadiyah, dan 500 ribu usulan Disnaker.

Data tersebut selanjutnya dikirimkan ke PMO Kartu Prakerja pada 1 Oktober 2020. Namun setelah dianalisa pihak Manajemen Kartu Prakerja, hanya 270 ribu orang yang disetujui.

Selanjutnya, pada 3 November 2020, PMO Kartu Prakerja hanya menerima 95.559 orang dari data yang diusulkan untuk lolos di gelombang 11. Jumlah itu hanya sekitar 4,5 persen dari usulan sebanyak 2,1 juta tersebut.

"Di 3 November PMO kirim data batch 11, ternyata hanya 95.559 data. Dari usulan DPR, NU, Muhammadiyah, dan dinas-dinas tidak ada yang masuk sama sekali," tegasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: