Ada Covid-19, 121.498 pekerja migran RI pulang kampung

Jum'at, 27 November 2020 | 07:29 WIB ET
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sudah ada 121.498 pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia.

Hal ini sebagai dampak penerapan pembatasan sosial di beberapa negara akibat adanya wabah Covid-19.

Jumlah PMI tersebut berasal dari 13 negara penempatan. Dari data yang dimilikinya, gelombang terbesar berasal dari Malaysia sebanyak 15.429 orang, disusul Hong Kong 11.303 orang, Singapura 3.507 orang dan Taiwan sebanyak 3.026 orang.

Tingginya jumlah PMI yang pulang ke daerahnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di daerah-daerah khususnya daerah kantong PMI. Untuk mengatasi hal tersebut Kemnaker menyiapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), yang mempunyai berbagai manfaat bagi para PMI di berbagai daerah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan mengatakan program JPS mempunyai dua rangkaian program lain, yakni Tenaga Kerja mandiri (TKM) dan Padat Karya.

"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada persoalan kesehatan, tetapi juga melemahkan perekonomian yang ditandai dengan penurunan produksi, pengurangan tenaga kerja, serta penurunan daya beli masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11/2020).

Dia menjelaskan, TKM adalah program pemberdayaan usaha yang memiliki tujuan utama untuk menyediakan lapangan pekerjaan kepada warga terdampak khususnya bagi daerah kantong PMI.

Sementara itu, program Padat Karya khusus ditujukan kepada individu atau pekerja, khususnya bagi para pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja atau para penganggur.

"Program ini menyediakan berbagai kegiatan pembangunan fasilitas publik yang ditujukan untuk mendorong produktivitas masyarakat," kata Ida. kbc10

Bagikan artikel ini: