EkraNova 2020 jadi ajang unjuk kreativitas UMKM olah produk kuliner

Sabtu, 28 November 2020 | 08:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ungkapan yang menyatakan bahwa pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi sektor penggerak ekonomi nasional rupanya bukan isapan jempol belaka. Terbukti, melalui kreativitas yang dimiliki pelaku UMKM, sebagian dari mereka mampu bertahan di tengah badai pandemi Covid-19 bahkan kian banyak inovasi produk yang lahir.

Hal itu terlihat dari gelaran Ekonomi Kreatif dan Inovasi (EkraNova) 2020 yang mengangkat tema "Festival Tahu Sama Tahu", yang digelar FGB bersama kulinerjatim.com di Surabaya Suites Hotel, Jumat (27/11/2020).

Ketua Panitia EkraNova 2020, Nehemia Christfian mengatakan, even yang digelar tersebut menjadi wadah bagi para UMKM kuliner di Jawa Timur untuk bisa naik kelas, selain karena ada review dari para pakar terhadap produk yang dihadirkan, juga digelar dua kelas untuk pengembangan bisnis mereka, yakni tentang videografi dan perizinan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.

"Selain itu juga ada talkshow dengan tema Mempertahankan Bisnis Keluarga Berbasis Food and Beverage, selain juga sosialisasi terkait program regulasi ekspor oleh Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur, serta program pemberdayaan UMKM dari BRI," ulasnya.

Dikatakan Chef Christ, sapaan akrabnya, dengan mengikuti even ini, para pelaku UMKM akan secara langsung mendapatkan masukan dan pendampingan dari pakar di bidangnya terkait kebersihan, cara pengolahan, kemasan, hingga pasar.

Tak hanya para pelaku UMKM, di ajang ini juga digelar lomba olahan makanan berbahan tahu. Ajang ini terbuka bagi masyarakat. Mereka ditantang untuk mengolah makanan berbahan tahu dengan dua jenis menu, yakni pendamping makanan utama dan kudapan atau dessert.

"Ini akan menjadi ajang yang menarik, karena saat ini masyarakat mulai melupakan bahan pangan tradisional seperti tahu. Mereka akan ditantang kreativitasnya mengolah bahan ini, sehingga diharapkan bisa tercipta menu atau olahan baru yang bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri namun berpotensi untuk diperjual belikan," tandasnya.

Dikatakan Chef Chris, pada EkraNova 2020 kali ini, diikuti oleh sebanyak 25 pelaku UMKM produk makanan dan minuman, serta 15 peserta lomba kreativitas tahu. Mereka adalah pelaku UMKM baik yang sudah memiliki nama dan pasar yang kuat, maupun UMKM pemula yang baru merintis usaha.

"Kami menyadari, di masa pandemi ini banyak bermunculan kreativitas pelaku UMKM termasuk ibu-ibu rumah tangga yang membuat produk makanan atau minuman untuk dipasarkan. Nah, kami ingin upaya mereka terus berkembang, sehingga bisa ikut menumbuhkan perekonomian keluarga dan masyarakat," ujar Chef Christ.

General Manager Surabaya Suites Hotel, Firman S Permana menambahkan, pihaknya mendukung penuh gelaran EkraNova 2020 karena sejalan dengan upaya dalam mendorong pengembangan produk food and beverge dari pelaku UMKM di Jawa Timur.

Menurutnya, pengembangan produk UMKM tak bisa hanya menggantungkan pemerintah semata. Semua pihak termasuk swasta dan lembaga non pemerintah musti sama-sama ikut berperan aktif, mengingat produk UMKM lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

"Ini sudah yang ke sekian kalinya kami memberi wadah para UMKM dan mereka yang memiliki kreativitas di bidang F and B untuk bisa naik kelas. Bukan tidak mungkin, ke depan produk-produk UMKM ini bisa masuk ke hotel-hotel sehingga bisa memiliki nilai tambah dan tentu tingkat higienitas dan kualitas yang dijamin," ujar Firman.

Dalam kesempatan itu dia juga menjelaskan, karena masih dalam masa pandemi, pihaknya sangat memerhatikan protokol kesehatan selama gelaran EkraNova 2020. Sehingga pihaknya harus mengatur kapasitas ruang dan jumlah pengunjung.

Gelaran EkraNova 2020 juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur selain sejumlah pendukung lain seperti Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur, BRI Kanwil Surabaya, Sila Batik Butik, Kimia Farma, Rose Brand, PT Sinar Sosro, dan Jamu Iboe. kbc10

Bagikan artikel ini: