Pulihkan pandemi, yuk perkuat potensi ekonomi desa wisata

Kamis, 3 Desember 2020 | 19:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan penambahan Desa Wisata Mandiri menjadi 205 pada 2024. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebutkan diperlukan kerja sama intensif antarpihak terkait agar potensi-potensi yang ada di desa wisata dapat tergali dengan baik. Salah satunya lewat program pendampingan desa wisata yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi.

Menparekraf menegaskan berbagai program pendampingan dan pembinaan desa wisata harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. "Desa wisata ini akan menjadi suatu wajah baru, wajah yang segar dari pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," kata Wisnutama di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Wishnutama menjelaskan bahwa hingga akhir 2018 setidaknya ada 1.734 desa wisata, dari total 83.931 desa yang tersebar di Indonesia.Dari jumlah tersebut, beberapa desa wisata pun telah mendapat pengakuan global.

Seperti misalnya pada 2019, Desa Nglanggeran Gunungkidul, Desa Pentingsari Sleman, Desa Pemuteran Buleleng, serta Desa Adat Penglipuran Bangli masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan versi Global Green Destinations Days atau GGDD.

Menparekraf Wishnutama berharap program-program pendampingan desa wisata dapat menggairahkan kembali aktivitas ekonomi desa. Khususnya bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat setempat.

"Apalagi kita harus berjuang membangkitkan sektor parekraf yang terdampak pandemi. Melalui pendampingan desa wisata, kami menaruh cita-cita besar agar aktivitas perekonomian semakin menggeliat pascapandemi," ujar dia.

Sebagai informasi, program pendampingan desa wisata juga menjadi bagian dari restrategi kepariwisataan, yakni pariwisata berdasar kuantitas menuju pariwisata berkualitas. Paska pandemi, Wishnutama meyakini quality tourism akan menjadi masa depan sektor kepariwisataan dengan konsep memberikan pengalaman yang berbeda, unik, dan tidak ada di tempat asal wisatawan.

Dia pun menegaskan, ke depannya, wisatawan akan semakin menyeleksi destinasi wisata yang akan dikunjungi agar aman dari segala macam risiko dengan komitmen menerapkan protokol berbasis cleanliness, healthy, safety, and environmental sustainability atau CHSE.

"Saya melihat kita sudah punya kekuatan besar untuk memberi pengalaman autentik kepada wisatawan, salah satunya lewat desa wisata," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: