Daewoong Pharmaceutical kembangkan niclosamide untuk perawatan twindemic

Jum'at, 4 Desember 2020 | 09:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah krisis Covid-19 yang berkepanjangan di seluruh dunia, kekhawatiran akan "twindemic" (epidemi ganda) semakin meluas. Twindemic merupakan sebuah fenomena di mana dua pandemi yang berbeda dapat terjadi secara bersamaan dan dalam hal ini, influenza dan Covid-19 menerpa pada waktu yang sama.

Dikutip dari pemberitaan Fox News pada Oktober 2020 lalu, Health Administration di Arkansas, Amerika Serikat mengumumkan bahwa satu pasien berusia 65 tahun atau lebih telah meninggal dunia akibat flu pada 24 Oktober 2020. Sejak akhir September, kasus flu di Arkansas secara kumulatif telah mencapai sekitar 118 kasus dan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa twindemik akan mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Oleh sebab itu, sudah banyak perusahaan farmasi di seluruh dunia yang fokus mengembangkan pengobatan dan vaksin Covid-19 untuk mengakhiri pandemi ini. Daewoong Pharmaceutical, perusahaan perawatan kesehatan global di Korea Selatan, juga berfokus untuk mengembangkan pengobatan Covid-19 bernama Niclosamide.

CEO Daewoong Pharmaceutical, Sengho Jeon menyatakan, secara khusus Niclosamide memiliki efek pengobatan flu yang telah dibuktikan dalam sebuah uji klinis yang dilakukan pada subjek hewan. Pengobatan ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi fenomena twindemic.

Niclosamide dikenal sebagai obat mekanisme yang dapat menghambat penetrasi dan masuknya virus ke dalam sel tubuh manusia. Daewoong Pharmaceutical mulai mengembangkan pengobatan Covid-19 untuk 'Niclosamide' yang terbukti memiliki efek antivirus yang sangat baik berdasarkan hasil penelitian dari Institut Pasteur Korea pada bulan April.

Menurut hasil penelititan regenerasi obat Covid-19 yang dilakukan Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan untuk mendukung upaya tanggap darurat dan keselamatan masyarakat, Niclosamide menunjukkan kekuatan antivirus 40 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Remsivir yang sedang dikembangkan di dalam dan luar negeri sebagai pengobatan Covid-19 melalui eksperimen sel. Niclosamide juga memiliki kekuatan antivirus 26 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Chloroquine.

Daewoong Pharmaceutical (CEO Sengho Jeon) telah memperoleh izin dari Kementerian Keamanan Makanan dan Obat (MFDS) pada Oktober 2020 lalu untuk melakukan uji klinis fase pertama pengembangan DWRX2003 di Korea Selatan. Uji klinis fase pertama untuk pengembangan "DWRX2003" (nama bahan Niclosamide) di Korea Selatan telah dilaksanakan di Chungnam National University Hospital pada subjek manusia yang sehat dan pemberian obat dilakukan pada November 2020. Dalam uji klinis ini, Niclosamide dan plasebo diberikan secara acak melalui penyamaran ganda dan penerapan kontrol plasebo. Obat juga diberikan dalam satu waktu untuk memastikan keamanan dan menjaga tingkat konsentrasi obat dalam darah.

Uji kemanjuran Niclosamide pada subjek hewan menunjukkan bahwa tingkat kematian sebesar 40% pada kelompok plasebo. Sementara itu, kelompok subjek yang diberikan Niclosamide 12 jam sebelum atau 7 hari setelah disuntikkan virus menunjukkan angka kematian 0%. Secara khusus, skor gejala klinis pada hari kedua pemberian Niclosamide menunjukkan peningkatan yang luar biasa hingga 75% dibandingkan dengan kelompok kontrol, meskipun pengobatan diberikan pada saat gejala klinis memburuk pada hari infeksi ke-7. 

"Kami memfokuskan upaya kami pada pengembangan pengobatan untuk merawat pasien Covid-19 dan melakukan yang terbaik untuk mengembangkan pengobatan yang efektif untuk penyakit virus menular lainnya. Riset dan pengembangan akan terus kami percepat untuk mengakhiri twindemic di Indonesia dan dunia,” kata Sengho Jeon. kbc10

Bagikan artikel ini: