Diinisiasi Karsa, milenial Surabaya galang gerakan sliding politik uang

Senin, 7 Desember 2020 | 07:35 WIB ET

SURABAYA - Kalangan milenial Surabaya yang dipelopori Kita Arek Surabaya (Karsa) menggalang gerakan “Sliding Politik Uang” jelang Pilkada pada 9 Desember 2020. Gerakan itu dideklarasikan di sela-sela nonton bareng debat tahap ketiga Pilkada Surabaya yang digelar Sabtu malam (5/12/2020).

“Politik uang adalah ancaman bagi demokrasi karena dapat mencederai pelaksanaan demokrasi dengan mencoba membeli suara rakyat dengan kompensasi materi. Politik uang juga berpotensi memunculkan praktik pemerintahan yang korup, karena ongkos politik yang besar, akhirnya ketika menjabat potensi korupsi tersebut besar,” ungkap Arderio Hukom, Ketua Karsa.

“Sehingga kami mengambil sikap, anak-anak muda harus melakukan sliding politik uang dari Pilkada Surabaya,” tegas Arderio.

Inisiasi Karsa menggelar debat dan menggalang gerakan antipolitik uang tersebut juga didukung komunitas Surabaya BerenERJI, Arek Enom Surabaya, Komunitas Sepakbola Hore, Komunitas warung kopi, Komunitas Mobil Begundals, Enerji Satu Kasih, dan Taruna Merah Putih. Mereka dikenal sebagai organ pendukung Calon Wali Kota Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armudji.

Setelah perbincangan santai seputar money politica, anak-anak muda tersebut  menyatakan sikap menolak praktik politik uang di Pilkada Surabaya 2020.

“Dengan ini kami anak muda Surabaya menyatakan  menolak dan siap men-sliding politik uang pada Pilkada Surabaya tahun 2020,” ucap Ali Affandi, sebagi Founder KARSA bersama Erji.

Andi, sapaan akrab Ali Affandi, mengatakan, politik uang akan menghancurkan tatanan demokrasi rakyat yang semestinya diisi dengan adu program dan adu kompetensi, bukan adu kekuatan finansial.

Di tengah adanya potensi politik uang, Andi yakin kekuatan materi tidak akan mampu membeli akal sehat rakyat Surabaya.

“Meski ada indikasi politik uang, kami yakin sepenuhnya masyarakat Surabaya adalah masyarakat rasional, yang selalu menempatkan aspek rekam jejak kandidat di atas kompensasi materi jangka pendek,” ujar Andi yang juga dikenal sebagai pengusaha muda dan Ketua Kadin Surabaya.

Andi pun mengajak semua kalangan, khususnya anak muda, untuk melawan politik uang.

“Mari bersama-sama kita sleding politik uang. Uang sebesar Rp100.000 menjelang Pilkada sungguh tak ada artinya jika dihitung kebaikan yang akan didapat selama lima tahun ke depan jika Eri-Armudji terpilih, yaitu pendidikan dan kesehatan gratis, bantuan sosial untuk warga miskin, pembangunan infrastruktur modern dan merata, beasiswa 3.000 anak muda untuk kuliah per tahun, dan sebagainya,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan memanjatkan doa untuk kemenangan Eri dan Armudji pada 9 Desember nanti. “Kami sangat berharap kemenangan diraih oleh pasangan Eri-Armudji yang memang beliau paling layak, paling memahami Surabaya. Kami melihat pasangan Eri-Armudji sangat mewakili anak-anak muda Surabaya,” pungkas Arderio.

Bagikan artikel ini: