Ingin tetap eksis dalam bisnis? Nih kiat bagi pengusaha pemula

Selasa, 8 Desember 2020 | 20:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 sempat membuat sejumlah sektor usaha gulung tikar. Ini membuat sebagian masyarakat mencoba peruntungan untuk memulai usaha. Beberapa diantaranya ingin mencari penghasilan tambahan tetapi tak sedikit pula yang memulai usaha dan menjadi wiraswasta karena sudah tak lagi bekerja.

Namun menjadi wirausaha tak semudah yang dibayangkan. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi sehingga dapat tetap bertahan dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan baik bagi diri sendiri maupun membuka lapangan pekerjaan.

Seperti semua perubahan, transisi ini kemungkinan akan membutuhkan waktu dan adaptasi. Namun, dalam jangka panjang, wirausaha bisa berkelanjutan dan memberi manfaat asalkan kita dapat tetap menjaga diri sendiri.

Berikut enam tips yang dapat diikuti oleh wirausaha baru agar dapat survive dan kesejahteraannya tetap terjaga, seperti dikutip dari WeForum:

1. Beri Batasan yang Jelas

Bagi seorang wiraswasta, kadang kala batasan bisa menjadi kabur, termasuk antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, antara mengerjakan bisnis pribadi atau bisnis klien. Hal ini dapat disebabkan karena ketidakpastian pendapatan yang melekat pada pekerjaan wiraswasta, ekspektasi klien, atau negosiasi pekerjaan sehingga menciptakan komplikasi dalam tuntutan pekerjaan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa belajar untuk mengatakan tidak dan melindungi batasan dengan menciptakan ruang beristirahat dan memulihkan tenaga, akan membantu dalam menciptakan peluang baru, meningkatkan kinerja, dan membatasi kehidupan dan identitas di luar pekerjaan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan misalnya mematikan wifi, menghapus aplikasi email dari ponsel Anda, dan menjadwalkan semua tugas --termasuk waktu dan waktu luang keluarga-- selain berusaha untuk hadir dengan penuh perhatian bersama orang-orang tersayang.

2. Pelajari Seluk Beluk Bisnis

Orang yang bekerja sendiri memiliki lebih banyak tanggung jawab dan lebih sedikit dukungan daripada karyawan. Mereka bertanggung jawab atas setiap aspek bisnis mereka sehingga dapat membuat stres.

Untuk mengelola stres ini, pekerja mandiri dapat mempelajari seluk beluk bisnis mereka dengan mendaftar di kursus online gratis yang disesuaikan untuk mereka, atau menggunakan pengetahuan rekan dan mentor.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa menemukan dan menggunakan kekuatan pribadi dapat mengurangi stres, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

3. Mengantisipasi Ketidakpastian

Pekerja mandiri menghadapi banyak ketidaknyamanan, seperti beban kerja yang bervariasi, permintaan klien yang berubah-ubah, masalah arus kas dan pendapatan yang tidak aman. Hal ini menyebabkan ketakutan dan ketidakpastian dan menghabiskan sumber daya mental dan emosional yang berharga.

Tidak mengetahui apakah pekerjaan akan tersedia dalam tiga bulan atau apakah klien akan membayar tepat waktu tidak hanya menakutkan bagi mereka sendiri, tetapi juga membawa kemungkinan mengalami rasa sakit dan kehilangan jika semuanya hancur dan berdampak pada orang yang dicintai.

Orang-orang dapat belajar bagaimana membangun dana darurat, mengelola klien yang lambat membayar, dan mengembangkan mindset berkembang untuk mengatasi tantangan tak terduga.

4. Menjaga hubungan

Wirausaha sering kali merupakan perjalanan yang sepi karena orang lain mungkin tidak memahami apa yang tercakup dalam peran tersebut. Tidak ada rekan kerja formal, dan meluangkan waktu untuk bersosialisasi dapat menjadi tantangan.

Membina hubungan sangat penting dan pekerja mandiri dapat mengembangkan hubungan yang positif dengan berbagai cara. Mengirim surat terima kasih kepada klien, mencari dan bekerja dengan mentor dan rekan kerja, dan memprioritaskan waktu untuk terhubung dengan keluarga, teman, dan orang penting lainnya semuanya membantu menciptakan hubungan yang bermakna.

5. Menghentikan tekanan yang tidak sehat

Orang yang bekerja mandiri memberikan tekanan yang tidak sehat pada diri mereka sendiri. Mudah untuk membandingkan diri kita sendiri dengan wirausahawan yang sangat terkenal dan merasa bersalah, malu, dan kecewa karena tidak memenuhi harapan pribadi. Meskipun tekanan yang dipaksakan sendiri ini dapat memiliki, sampai batas tertentu, efek motivasi untuk bekerja lebih keras, mereka juga bertindak sebagai pemicu stres dan merusak kesejahteraan.

Tekanan tidak sehat seperti itu mungkin juga membuat Anda lebih sulit untuk terbuka, mengungkapkan kerentanan, dan mencari dukungan karena takut hal ini akan dianggap sebagai kelemahan. Mengakui berbagai alasan mengapa sesuatu mungkin tidak berjalan dengan baik dan mempraktikkan belas kasih adalah teknik yang sederhana namun kuat.

6. Tetapkan rutinitas

Sementara wiraswasta memiliki otonomi dan fleksibilitas yang lebih besar daripada karyawan, mereka juga kekurangan struktur dan dukungan organisasi. Kombinasi unik dari kondisi kerja ini membuat lebih sulit untuk tetap termotivasi, menghindari stres dan mengatur waktu, menciptakan spiral emosi negatif yang menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya, merusak kinerja melalui penundaan.

Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan membangun rutinitas. Selain mengurangi beberapa emosi negatif dan meningkatkan produktivitas, rutinitas dapat meningkatkan perasaan sejahtera dan bermakna. Rutinitas juga dapat mempermudah untuk memasukkan langkah-langkah yang disebutkan sebelumnya ke dalam jadwal harian atau mingguan, termasuk waktu untuk mengurus diri sendiri, bukan hanya bisnis. kbc10

Bagikan artikel ini: