Suntik duit US$2 miliar, Toyota kembangkan industri kendaraan listrik di RI

Rabu, 9 Desember 2020 | 18:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Toyota menyiapkan dana investasi hingga US$ 2 miliar dalam lima tahun ke depan untuk membangun industri kendaraan listrik di Indonesia. Adapun Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia.

 Asia Region CEO Toyota Motor Corporation Yoichi Miyazaki menegaskan komitmen atas keberlanjutan pengembangan industri otomotif di Indonesia, salah satunya adalah dengan mempersiapkan rencana pengembangan dan produksi kendaraan listrik hingga 2025.

 "Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor," kata Yoichi dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia. Bahkan Toyota juga memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter bahan bakar pada 2025.

Selain memaparkan mengenai rencana pengembangan bisnis ke depan, manajemen Toyota juga menyambut baik Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi dan perluasan lapangan pekerjaan di Indonesia.

"Dalam rencana pengembangan bisnis kami, Toyota mempersiapkan Indonesia menjadi hub ekspor bagi produk Toyota, tidak hanya untuk kawasan ASEAN namun juga negara tujuan lainnya, sehingga kami benar-benar mempersiapkan rantai pasok dan sumber daya manusia," ungkapnya.

Sementara itu, Airlangga menyambut baik rencana pengembangan kendaraan listrik oleh Toyota mulai tahun depan. Ia berharap investasi ini akan membuka lapangan kerja, terlebih pemerintah juga telah memiliki UU Cipta Kerja untuk mempermudah investasi."Pemerintah menyambut baik rencana investasi yang akan dilakukan oleh Toyota, dengan harapan dapat membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan skill atau keahlian angkatan kerja Indonesia," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: