Genjot okupansi saat libur Nataru, hotel masih patok tarif kamar di bawah rata-rata

Selasa, 15 Desember 2020 | 09:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pelaku usaha perhotelan masih akan mengenakan harga kamar hotel 20 persen di bawah average room rate. Hal tersebut dilakukan masih dalam rangka menjaga okupansi hotel pada masa liburan Natal 2020 dan tahun baru 2021 (Nataru)

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, dengan menerapkan harga kamar di bawah rata-rata, peningkatan okupansi hotel sekitar 5-6 persen diperkirakan terjadi pada masa libur Nataru.

Maulana menjelaskan, okupansi hotel di sejumlah destinasi wisata seperti Bali, Lampung, Sumatera Selatan, dan daerah-daerah di Pulau Jawa bakal mengalami lonjakan pada masa liburan Nataru mendatang.

Secara terperinci, tingkat okupansi hotel di Provinsi Bali diperkirakan mencapai 50 persen; Lampung dan Sumatera Selatan 80-90 persen; serta destinasi di Pulau Jawa seperti Jawa Barat dan Yogyakarta di kisaran 30-40 persen.

"Liburan panjang pada masa pandemi terbukti selalu mengangkat okupansi hotel walaupun kondisinya libur akhir tahun ini dipotong. Kami melihat okupansi bisa tinggi," ujar Maulana, Senin (14/12/2020).

Dia menambahkan bahwa setiap destinasi wisata memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Namun, kecenderungannya wisatawan akan memprioritaskan destinasi dengan hotel berbintang

Dengan tarif kamar rata-rata di bawah 20 persen, lanjut Maulana, maka lonjakan okupansi hotel yang terjadi pada masa liburan panjang akhir Oktober lalu berpotensi terulang kembali.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Santosa Sungkari optimistis tingkat okupansi hotel di destinasi wisata pada masa libur Natal dan Tahun Baru bisa meningkat hingga 10 persen.

Menurutnya, hal tersebut bakal terjadi seiring dengan meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat dalam beraktivitas, termasuk berkunjung ke destinasi wisata.

Bahkan, lanjutnya, pada pertengahan November 2020, sebanyak 50 persen hotel di Provinsi Bali sudah berstatus fully booked untuk pemesanan yang dilakukan khusus untuk liburan Natal dan Tahun Baru. kbc10

Bagikan artikel ini: