Genjot peningkatan kualitas SDM, Kadin Jatim teken MoU dengan Polinema

Selasa, 15 Desember 2020 | 17:01 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menandatangani nota kesepahaman atau Memory of Understanding (MoU) dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Senin (14/12/2020).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polinema Awan Setiawan bersama Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perdagangan Luar Negeri Kadin Jatim  Diar Putra Kusuma, WKU Bidang Konstruksi Kadin Jatim, M Rizal, WKU Bidang Peternakan dan Pertanian, Ulya Ubaidillah, Manager Pelatihan dan Sertifikasi Kadin Institute, Prapto Rusianto, Wakil Direktur Bidang Kerjasama Kelembagaan Polinema Abdullah Helmi serta Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jatim Dwi Ken Hendrawanto.

Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia harus terus dilakukan guna mengejar ketertinggalan Indonesia dari sisi produktivitas kerja dan daya saing produk. 

"Dalam hal ini, Kadin Jatim memiliki komitmen besar membentuk tenaga kerja yang mumpuni dan berkompeten melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi profesi. Selain bisa menggenjot produktifitas tenaga kerja dan daya saing produk, upaya ini juga akan meningkatkan daya saing tenaga kerja kita di kancah internasional." tegas Adik Dwi Putranto di Surabaya, Selasa (15/11/2020).

Adik menuturkan, Polinema adalah salah satu perguruan tinggi yang berkonsentrasi pada pendidikan vokasi. Beberapa Jurusan dan Program Studi (Prodi) dengan peminat yang cukup banyak diantaranya Jurusan Teknik Informasi, Teknik Sipil dan Teknik Elektro. "Jurusan-jurusan tersebut adalah yang sangat dibutuhkan di masa depan, utamanya dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi Jatim pasca pandemi," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Polinema Awan Setiawan mengungkapkan kegembiraannya atas kerjasama yang disepakati. "MoU itu memang simbiosis mutualisme, tetapi bagi saya yang sangat beruntung adalah Polinema. Kesempatan ini harus kita manfaatkan, berkaitan dengan sertifikasi kompetensi baik dosen maupun mahasiswa. Selain itu, juga ada kesempatan pengembangan program double degree kerjasama dengan Jerman yang nanti akan dibantu oleh Kadin Institute," ujar Awan.

Pengembangan program double degree ini bisa diwujudkan di sejumlah Jurusan dengan menerapkan proses belajar dua tahun di Polinema dan dua tahun di Jerman. Program double degree ini juga telah diterapkan di Polinema, kerjasama dengan China dan Malaysia. "Kalau saat ini link Kadin Jatim hanya dengan perusahaan di Jerman, kami berharap nantinya bisa dikembangkan dengan Perguruan Tinggi di sana," tambahnya.

Awan juga berharap, Kadin Jatim akan menjembatani Polinema dengan Industri di seluruh Jatim dalam proses pemagangan bagi mahasiswa. Karena jumlah mahasiswa di Polinema sangat banyak sehingga untuk menemukenali Industri yang bisa bersinergi dengannya sangat dibutuhkan. "Jumlah mahasiswa kami mencapai 12.500 mahasiswa dan setiap tahun menerima mahasiswa baru sebanyak 3.500 mahasiswa. Kalau kita mencari perusahaan sendiri itu tidak mungkin makanya kita gandeng Kadin. Kadin kan hubungannya dengan perusahaan. Ini nilai plus buat Polinema, ada banyak keuntungan buat Polinema," tandasnya.

Namun untuk tahap awal, kerjasama akan diwujudkan dalam hal sertifikasi dosen. Saat ini jumlah dosen di Polinema mencapai 500 dosen dengan perincian, 375 dosen senior dan 125 dosen muda. "Prioritas kami pada dosen senior. Tetapi ini akan disesuaikan dengan bidang yang ada di Kadin Institute. Dari sekian banyak jurusan dan prodi, ada sekitar 10 Jurusan dan Prodi yang bisa dikerjasamakan, diantaranya Teknik Sipil, Teknik Informasi dan Teknik Elektro dan  Akutansi," tambahnya.

Dia berharap bulan depan Surat Perjanjian Kerja (SPK) akan selesai dibuat sehingga pelaksanaan uji kompetensi teknis dosen bisa segera dilaksanakan.

Dewan Pengarah Kadin Institute, Harun mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Kadin Jatim melalui Kadin Institute ini searah dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan SDM, utamanya di dunia swasta. "Dan Polinema ini memiliki kompetensi teknis yang luar biasa. Oleh karena itu kita link and match kan agar tercapai SDM yang diharapkan, khususnya oleh dunia industri," ungkap Harun.

Selain dengan Polinema, Kadin juga telah bekerjasama dengan sejumlah lembaga pendidikan tinggi di Jatim, diantarnya dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Ciputra Surabaya, Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya dan ITTelkom Surabaya.

"Kita akan jalin semua perguruan tinggi negeri dan swasta di Jatim yang memiliki kompetensi teknis dalam percepatan informasi SDM. Harapannya, upaya ini akan menghasilkan tenaga kerja yang kompetitif, yang produktif sesuai dengan keinginan dunia industri dan pasar yang ada," pungkas Harun.kbc6

Bagikan artikel ini: