Bangun bisnis bareng pasangan? Perhatikan 5 hal ini

Rabu, 16 Desember 2020 | 14:57 WIB ET

MEMBANGUN bisnis bersama pasangan tengah menjadi tren. Namun, merintis usaha bersama pasangan tentu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak rintangan yang harus dihadapi untuk menjaga agar bisnis tetap berjalan lancar.

CEO & Principal Consultant Zap Finance Prita Hapsari Gozhie menganalisa sepasang kekasih dalam drama korea startup yang menjalankan bisnis bersama-sama. Karakter Nam Do San dan Seo Dal Mi menarik perhatiannya, sebab mereka dapat bekerja bersama sekaligus menjalin hubungan.

“Untukku, 1 hal menarik dari 2 sejoli ini malahan perjalanan mereka bekerja bareng pasangan,” tulis @pritaghozie dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (15/12/2020).

Berdasarkan studi Insiture for the Study of Labor di Denmark (2001&2010), bekerja dan membangun bisnis besama pasangan ternyata memiliki manfaat. Mulai dari peningkatan penghasilan keluarga yang signifikan, menurunkan income inequality di keluarga, dan pastinya semakin banyak waktu bersama pasangan.

Prita menuliskan, bekerja bersama pasangan artinya harus mampu memisahkan urusan personal dan profesionalme. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan membangun usaha bersama pasangan.

1. Pembagian Tugas

Dalam bisnis, pasangan sebaiknya melakukan pembagian tugas. Tak harus pasangan pria yang menjadi leader. Pembagian ini harus berdasarkan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

2. Penentuan Waktu Bekerja

Tantangan berbisnis dengan pasangan adalah sering membicarakan urusan pekerjaan bahkan saat berada di rumah. Coba tentukan waktu-waktu untuk bekerja atau membahas bisnis. Hindari membahas pekerjaan di waktu santai dengan keluarga.

3. Pembagian Imbalan yang Jelas

Jika hubungan pasangan terlibat urusan manajemen, maka ada dua imbalan, yaitu sistem gaji bulanan dan bagi hasil dari keuntungan bisnis. Namun, jika hanya salah satu yang aktif, maka pasangan yang terlibat operasional mendapat gaji bulanan dan pasangan yang menjadi pemodal atau mentor mendapatkan bagi hasil.

4. Pemisahan Aset Suami dan Istri

Ketika bisnis mulai berkembang, sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan pemisahan harta. Tujuannya agar keuangan tetap terjaga dalam hal terjadi kebangkrutan usaha.

5. Hindari Tebang Pilih

Saat bekerja bersama pasangan, hal yang paling tidak enak adalah membawa urusan pribadi ke pekerjaan. Maka dari itu hindari memberi afeksi kepada pasangan saat jam kerja, membawa emosi rumah tangga dalam pengambilan keputusan, dan memberikan promosi berdasarkan hubungan keluarga bukan berdasarkan skill. kbc10

Bagikan artikel ini: